JAKARTA, KOMPAS.com- Ujian Nasional yang diklaim pemerintah sebagai salah satu bentuk evaluasi kegiatan belajar mengajar dan upaya peningkatan mutu pendidikan sebaiknya hanya digunakan untuk memetakan mutu sekolah dan tidak menjadi penentu kelulusan siswa.
Pasalnya, pelaksanaan Ujian Nasional selama ini terbukti hanya untuk meningkatkan prestasi akademik, bukan meningkatkan mutu pendidikan.
Demikian mengemuka dalam diskusi "Ujian Nasional dan Kelalaian Pemerintah dalam Memenuhi dan Melindungi Hak Asasi Manusia", Selasa (1/12), di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.
Oleh karena itu, menurut Koordinator Education Forum, Elin Driana, untuk konteks Indonesia sebenarnya UN bukan kebijakan yang tepat dan strategis, karena sebenarnya penilaian ujian akhir sekolah (UAS) saja sudah memadai untuk memastikan penilaian kegiatan belajar murid. Apalagi yang tahu persis mengenai prestasi murid adalah guru di kelas.
Melalui penilaian kelas, umpan balik bisa langsung diberikan. "Tujuan penilaian kan untuk meningkatkan proses pembelajaran. Jadi, guru yang harus menjadi penentu kelulusan murid," ujarnya.
Menanggapi kemungkinan subyektivitas penilaian guru, Elin menegaskan penilaian guru sebenarnya justru lebih ampuh dalam memprediksi prestasi murid. Jika kualitas guru dianggap tidak memadahi dan tidak kompeten dalam memberikan penilaian, kata Elin, berarti ada yang salah pada pembinaan guru.
"Ya kembali pada pemerintah lagi sebagai pihak yang bertanggungjawab. Kalau khawatir guru mengatrol nilai murid kan ada yang menilai seperti masyarakat, dunia kerja, dan perguruan tinggi," ujarnya.
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Hadi Supeno juga mengusulkan agar fungsi evaluasi dikembalikan kepada sekolah, karena evaluasi pendidikan adalah ranah akademik, bukan ranah birokrasi. Kalau mau meningkatkan mutu pendidikan, kuncinya di guru.
"Supaya sekolah dipercaya, pemerintah harus mendidik guru-guru menjadi berkualitas dan profesional," kata Hadi.
Lapor ke PBB
Hadi berharap, pemerintah mematuhi putusan Mahkamah Agung (MA) dengan meniadakan UN pada tahun 2010 sampai ada konsolidasi menyeluruh dengan menciptakan sistem evaluasi yang lebih baik. "Jangan ada lagi pembangkangan oleh negara terhadap putusan pengadilan karena akan menjadi contoh negatif bagi generasi muda," ujarnya.
Direktur LBH Jakarta Nurkholis Hidayat mendesak UN untuk dihentikan karena pemerintah belum memperbaiki sarana prasarana pendidikan, meningkatkan kualitas guru, dan membangun akses informasi ke daerah. Padahal putusan pengadilan menetapkan semua persyaratan itu harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum UN dilaksanakan.
Kata-kata sebelum itu berarti seharusnya tidak ada UN jika syarat-syarat itu belum terlaksana. Isu UN ini bisa diinternasionalisasikan dengan mengadukan kasus UN kepada Pelapor Khusus PBB untuk Hak Atas Pendidikan (UN Special Rapporteur on the Right to Education), Vernor Munoz Villalobos. "LBH akan memfasilitasi dengan berkirim surat ke Vernor," kata Nurkholis.
.
.
Selasa, 01 Desember 2009
Antara MA, UNAS dan Hak Anak
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Mahkamah Agung Nurhadi menegaskan, Mahkamah Agung tidak pernah melarang pelaksanaan ujian nasional di dalam putusan kasasinya. Mahkamah Agung hanya meminta pemerintah meninjau sistem pendidikan nasional.
Dalam kaitannya dengan ujian nasional (UN), Mahkamah Agung (MA) juga memerintahkan pemerintah untuk mengambil langkah konkret mengatasi gangguan psikologi dan mental peserta didik akibat UN tersebut.
Penegasan itu disampaikan Nurhadi, Selasa (1/12), dalam jumpa pers di Gedung MA, Jakarta. Nurhadi menjelaskan isi putusan kasasi MA yang sempat menimbulkan perdebatan belakangan ini.
Nurhadi menyatakan bahwa MA sama sekali tak pernah mengeluarkan putusan yang isinya harus menghentikan pelaksanaan UN. Pasalnya, penghentian pelaksanaan UN tidak pernah diajukan oleh penggugat.
”Dalam gugatan, tidak ada yang minta ujian nasional dihentikan. Mereka minta koreksi atas kelalaian pemerintah yang disebutkan dalam petitum-nya,” ujar Nurhadi.
Majelis kasasi yang terdiri dari Abbas Said, Mansyur Kertayasa, dan Imam Haryadi menolak permohonan kasasi yang diajukan para tergugat (Presiden, Wakil Presiden, Menteri Pendidikan Nasional, dan Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan). Majelis kasasi tidak menemukan adanya kesalahan penerapan hukum dalam putusan judexfactie (putusan sebelumnya). Pengadilan tingkat banding juga menguatkan putusan tingkat pertama.
Pengadilan menyatakan, pemerintah telah lalai memenuhi kewajiban dan hak warga yang menjadi korban UN, khususnya hak atas pendidikan. Pengadilan memerintahkan tergugat untuk meningkatkan kualitas guru, kelengkapan sarana dan prasarana sekolah, serta akses informasi yang lengkap se-Indonesia sebelum mengeluarkan kebijakan pelaksanaan UN.
Mengenai tolok ukur perbaikan, Nurhadi menjelaskan, pengadilan tidak menentukan perbaikan seperti apa yang harus dilakukan. ”Yang menentukan parameter bukan pengadilan, tetapi pemerintah,” ujarnya. Lagi pula, tambah Nurhadi, yang digugat adalah pelaksanaan UN pada tahun 2005 dan 2006.
Hentikan UN
Secara terpisah, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Nurkholis Hidayat mendesak UN untuk dihentikan karena pemerintah belum memperbaiki sarana-prasarana pendidikan, meningkatkan kualitas guru, dan membangun akses informasi ke daerah. Padahal putusan pengadilan menetapkan semua persyaratan itu harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum UN dilaksanakan. ”Kata-kata ’sebelum’ itu berarti seharusnya tidak ada,” kata Nurkholis dalam diskusi ”Ujian Nasional (UN) dan Kelalaian Pemerintah dalam Memenuhi dan Melindungi Hak Asasi Manusia”, di LBH Jakarta.
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Hadi Supeno juga mengusulkan agar fungsi evaluasi dikembalikan kepada sekolah karena evaluasi pendidikan adalah ranah akademik, bukan ranah birokrasi. ”Kalau mau meningkatkan mutu pendidikan, kuncinya di guru. Supaya sekolah dipercaya, pemerintah harus mendidik guru-guru menjadi berkualitas dan profesional,” kata Hadi dalam diskusi tersebut.
Hadi berharap pemerintah mematuhi putusan MA dengan meniadakan UN 2010 sampai ada konsolidasi menyeluruh dan menciptakan sistem evaluasi yang lebih baik. ”Jangan ada lagi pembangkangan oleh negara terhadap putusan pengadilan karena akan menjadi contoh negatif bagi generasi muda,” ujarnya.
Sekretaris Jenderal Federasi Guru Independen Indonesia Iwan Hermawan mengatakan bahwa UN untuk SMP dan SMA sebaiknya mengakomodasi format ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN) di tingkat SD. ”Standar kelulusan ditentukan sendiri oleh sekolah dan daerah juga punya hak menentukan soal,” ujarnya. (ANA/ELN/LUK/JON)
disadur dari harian
kompas
Dalam kaitannya dengan ujian nasional (UN), Mahkamah Agung (MA) juga memerintahkan pemerintah untuk mengambil langkah konkret mengatasi gangguan psikologi dan mental peserta didik akibat UN tersebut.
Penegasan itu disampaikan Nurhadi, Selasa (1/12), dalam jumpa pers di Gedung MA, Jakarta. Nurhadi menjelaskan isi putusan kasasi MA yang sempat menimbulkan perdebatan belakangan ini.
Nurhadi menyatakan bahwa MA sama sekali tak pernah mengeluarkan putusan yang isinya harus menghentikan pelaksanaan UN. Pasalnya, penghentian pelaksanaan UN tidak pernah diajukan oleh penggugat.
”Dalam gugatan, tidak ada yang minta ujian nasional dihentikan. Mereka minta koreksi atas kelalaian pemerintah yang disebutkan dalam petitum-nya,” ujar Nurhadi.
Majelis kasasi yang terdiri dari Abbas Said, Mansyur Kertayasa, dan Imam Haryadi menolak permohonan kasasi yang diajukan para tergugat (Presiden, Wakil Presiden, Menteri Pendidikan Nasional, dan Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan). Majelis kasasi tidak menemukan adanya kesalahan penerapan hukum dalam putusan judexfactie (putusan sebelumnya). Pengadilan tingkat banding juga menguatkan putusan tingkat pertama.
Pengadilan menyatakan, pemerintah telah lalai memenuhi kewajiban dan hak warga yang menjadi korban UN, khususnya hak atas pendidikan. Pengadilan memerintahkan tergugat untuk meningkatkan kualitas guru, kelengkapan sarana dan prasarana sekolah, serta akses informasi yang lengkap se-Indonesia sebelum mengeluarkan kebijakan pelaksanaan UN.
Mengenai tolok ukur perbaikan, Nurhadi menjelaskan, pengadilan tidak menentukan perbaikan seperti apa yang harus dilakukan. ”Yang menentukan parameter bukan pengadilan, tetapi pemerintah,” ujarnya. Lagi pula, tambah Nurhadi, yang digugat adalah pelaksanaan UN pada tahun 2005 dan 2006.
Hentikan UN
Secara terpisah, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Nurkholis Hidayat mendesak UN untuk dihentikan karena pemerintah belum memperbaiki sarana-prasarana pendidikan, meningkatkan kualitas guru, dan membangun akses informasi ke daerah. Padahal putusan pengadilan menetapkan semua persyaratan itu harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum UN dilaksanakan. ”Kata-kata ’sebelum’ itu berarti seharusnya tidak ada,” kata Nurkholis dalam diskusi ”Ujian Nasional (UN) dan Kelalaian Pemerintah dalam Memenuhi dan Melindungi Hak Asasi Manusia”, di LBH Jakarta.
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Hadi Supeno juga mengusulkan agar fungsi evaluasi dikembalikan kepada sekolah karena evaluasi pendidikan adalah ranah akademik, bukan ranah birokrasi. ”Kalau mau meningkatkan mutu pendidikan, kuncinya di guru. Supaya sekolah dipercaya, pemerintah harus mendidik guru-guru menjadi berkualitas dan profesional,” kata Hadi dalam diskusi tersebut.
Hadi berharap pemerintah mematuhi putusan MA dengan meniadakan UN 2010 sampai ada konsolidasi menyeluruh dan menciptakan sistem evaluasi yang lebih baik. ”Jangan ada lagi pembangkangan oleh negara terhadap putusan pengadilan karena akan menjadi contoh negatif bagi generasi muda,” ujarnya.
Sekretaris Jenderal Federasi Guru Independen Indonesia Iwan Hermawan mengatakan bahwa UN untuk SMP dan SMA sebaiknya mengakomodasi format ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN) di tingkat SD. ”Standar kelulusan ditentukan sendiri oleh sekolah dan daerah juga punya hak menentukan soal,” ujarnya. (ANA/ELN/LUK/JON)
disadur dari harian
kompas
Selasa, 27 Oktober 2009
Sumpah Pemuda
PEMUDA “PANGGILAN” SEBUAH RELEVANSI ATAS TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PEMUDA INDONESIA
Oleh: Pendi Setyawan-Fakultas Pertanian-Universitas Brawijaya
“Yang muda jangan angkat bicara, yang muda yang tidak dipercaya” mungkin kalimat itulah yang saat ini sedang melanda pikiran orangtua jaman sekarang. Seringkali para orangtua beranggapan bahwa yang muda jangan berimpian untuk menjadi tampuk kepemimpinan. Jangankan menjadi seorang pemimpin, untuk angkat bicarapun seolah-olah kita sudah tidak diperkenankan, pun kalau bisa bagi mereka itu hanya angin lalu saja yang sama sekali tidak layak untuk dihiraukan. Banyak alasan mereka lontarkan pada pemuda mulai dari kurang pengalaman, anarkis, kurang mampu berkomunikasi, dan masih banyak lagi anggapan miring lainnya yang itu sangat mencoreng citra pemuda Indonesia.
Melihat perkembangan nasib generasi muda saat ini, sepertinya sangat jauh dari apa yang telah 81 tahun silam dilakukan oleh pemuda Bangsa. semangat Sumpah Pemuda yang pernah diikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928; “Berbangsa Satu, Bangsa Indonesia. Bertanah Air Satu, Tanah Air Indonesia. Dan Berbahasa Satu, Bahasa Indonesia.”. Sungguh sangat gigih sikap mereka demi mengangkat harkat dan martabat bangsa pada masa itu. Seluruh pemuda dari berbagai agama, suku, ras dan atribut pembeda lainnya, bersama-sama setia berjanji dan bertekad bulat mengikrarkan sumpah suci yang terbungkus dalam nama “Sumpah Pemuda”. Namun apabila kita melihat di masa sekarang, dimana generasi muda Indonesia sekarang lebih senang mementingkan dirinya sendiri, bergaya hidup bebas, hedonis, jarang atau bahkan hampir tidak pernah menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, seakan kebanggaan berbahasa Indonesia itu lenyap begitu saja. Bahkan beberapa dari mereka justru malah menindas rekan sebangsa sendiri demi tercapainya apa yang mereka inginkan.
Generasi muda yang identik dengan dengan kematangan jasmani, perasaan dan akalnya. Masa dimana semangat ingin belajar yang menggebu dan rasa keingintahuan yang tinggi menjadikan pemuda ingin melakukan sesuatu yang berarti dalam hidup meraka, sesuatu yang bisa mereka persembahkan untuk masyarakat dan bangsa mereka serta sasuatu yang bisa dikenang dan dibanggakan dikemudian hari. Hal inilah yang melekat pada pemuda yakni sebagai “agent of change dan ”agent of social control”.
Banyak sekali masalah yang sekarang dihadapi oleh para pemuda mulai dari narkoba, seks bebas, HIV/AIDS, bahkan kita juga tidak jarang mendengar terjadinya tawuran antar pemuda hanya karena masalah sepele. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi kemiskinan pada kaum pemuda. Miskin intelektual, moral, modal dan lemahnya sumberdaya pemuda.
Berbicara tentang nasionalisme, memang kita sadar betul bahwa pada saat sekarang ini nasionalisme pemuda Indonesia menurun. Hal ini terbukti dengan terjadinya krisis kepemimpinan yang melanda pemuda Indonesia. Apabila kita bandingkan dengan pemuda angkatan 1908, 1928 dan 1945. Dimana pada tersebut nasionalisme pemuda mencapai puncaknya hingga akhirnya mampu mewujudkan Indonesia Raya Merdeka.
Dengan banyaknya masalah yang dihadapi oleh pemuda saat ini, maka timbul pertanyaan apakah pemuda bisa bangkit dari tidurnya setelah mengalami 81 tahun dalam keterpurukan? Adakah suatu anugerah atau mukjizat dari Allah yang mampu membukakan mata kaum pemuda sekarang yang telah terlena dengan godaan hidupnya sehingga mereka bisa kembali bangkit dan menyingsingkan lengan bajunya?
Bukankah kita pernah mendengar “bahwa Allah akan mengampuni dosa hambanya yang bertaubat, tetapi Allah lebih menyayangi pemuda yang bertaubat”. Tentunya semua itu menjadi do’a dan harapan kita semua agar pemuda Indonesia dapat segera bangkit dan membangun bangsanya.
Terlepas dari itu semua, memang kita menyadari betul bahwa memang tidak mudah untuk melakukan perubahan pada generasi muda yang mempunyai jiwa nasionalisme yang tinggi, tetapi bukan berarti hal itu mustahil untuk dilaksanakan. Allah bersabda “…Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri...” (QS: 13: 11)
Sudah saatnya kita sebagai pemuda bangkit, meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa, meningkatkan rasa nasionalisme kita sebagai pemuda Indonesia. Sebagai generasi muda kita harus mengambil langkah pertama sebagai tonggak dan pondasi perjalanan kita guna menempuh langkah selanjutnya. Meskipun itu terasa berat tapi apabila semua generasi muda bersatu padu maka tidak ayal kalau pemuda bakal menjadi raksasa bagi bangsanya.
Hampir seluruh sejarah yang tercipta di negeri ini dilakukan atas peran pemuda sebagai contoh gerakan pemuda, 1908, 1928, 1945, 1966 dan 1988. Eksistensi sebagai pemuda Indonesia benar-benar terwujud di masa itu .
Benedict Anderson, seorang Indonesianist mengungkapkan bahwa sejarah Indonesia adalah sejarah pemudanya. Pernyataan Ben Anderson memang sangat sesuai apabila dikaitkan dengan sejarah panjang bangsa Indonesia. Apabila kita menengok kebelakang perjalanan bangsa ini, dimana pemuda menjadi aktor dari setiap langkah perjalanan bangsa Indonesia. Pemuda angkatan 1908 yang telah sukses memupuk jiwa-jiwa nasionalisme, pemuda angkatan 1928 yang sukses menggalang ideologi persatuan dan kesatuan bangsa. Serta pemuda angkatan 1945 sanggup mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Namun setelah itu kekuatan besar itu belum hadir kembali. Untuk angkatan 66, 74, 80, hingga 90-an bisa dikatakan hanya mampu memerankan dirinya sebatas kekuatan korektif.
Yang lebih disesalkan setelah tahun 90-an praktis pemuda hanya duduk diam, tanpa melakukan suatu yang berarti bagi bangsanya. Dalam bernegara, pemuda adalah sebagai tonggak berdirinya Negara Indonesia. Bung Karno, Bung Hatta, Wikana Syahrir, Panglima Soedirman dan pemuda lainnya merupakan tokoh-tokoh pemuda terbaik yang pernah dimiliki oleh bangsa ini. Mereka rela mengorbankan harta benda, jiwa dan raga demi satu kata “Indonesia Merdeka”. Sekarang cita-cita itupun tercapai dengan kerja keras dan kucuran keringat serta darah. Dengan demikian tugas merekapun telah selesai. Adalah pemuda juga yang meneruskan perjuangan mereka. Estafet kepemimpinan harus tetap berlanjut. Tugas berat terbeban di pundak para pemuda sebagai generasi penerus bangsa. Perjalanan panjang masih harus ditempuh pemuda bahkan bisa diibaratkan sebagai “Sajadah Panjang” yakni sebuah perjalanan suci nan mulia demi melanjutkan cita-cita para pahlawan pendahulu kita, demi menunaikan tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi dan demi menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kini Ibu pertiwi memanggil kita untuk saling bergandengan tangan menyatukan tekad guna membangun kembali negeri ini. Dan sudah pastilah kita harus mendatangi panggilan ibu pertiwi sebagai tempat tumpah darah kita.
Harapan baru kita gantungkan pada undang-undang kepemudaan. Dengan undang-undang tersebut akan memberikan jaminan suatu proses regenerasi yang menempatkan pemuda sebagai subjek utama, bukan lagi pemuda sebagai objek. Apalagi, sejak jaman kemerdekaan sampai pemerintahan sekarang, kita belum memiliki UU tentang kepemudaan. Karena itu, diperlukan sebuah terobosan baru agar pemerintah memberikan jaminan dan penghargaan kepada pemuda yang merupakan generasi penerus bangsa.
Majulah pemuda Indonesia, Bangkitlah Laskar Sang Fajar.
SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA, MERDEKA, MERDEKA UNTUK SELAMA-LAMANYA
Walaupun harta, benda, jiwa dan raga harus dikorbankan
Satukan tekad “BERBANGSA SATU, BANGSA INDONESIA. BERTANAH AIR SATU, TANAH AIR INDONESIA. DAN BERBAHASA SATU, BAHASA INDONESIA.”
Oleh: Pendi Setyawan-Fakultas Pertanian-Universitas Brawijaya
“Yang muda jangan angkat bicara, yang muda yang tidak dipercaya” mungkin kalimat itulah yang saat ini sedang melanda pikiran orangtua jaman sekarang. Seringkali para orangtua beranggapan bahwa yang muda jangan berimpian untuk menjadi tampuk kepemimpinan. Jangankan menjadi seorang pemimpin, untuk angkat bicarapun seolah-olah kita sudah tidak diperkenankan, pun kalau bisa bagi mereka itu hanya angin lalu saja yang sama sekali tidak layak untuk dihiraukan. Banyak alasan mereka lontarkan pada pemuda mulai dari kurang pengalaman, anarkis, kurang mampu berkomunikasi, dan masih banyak lagi anggapan miring lainnya yang itu sangat mencoreng citra pemuda Indonesia.
Melihat perkembangan nasib generasi muda saat ini, sepertinya sangat jauh dari apa yang telah 81 tahun silam dilakukan oleh pemuda Bangsa. semangat Sumpah Pemuda yang pernah diikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928; “Berbangsa Satu, Bangsa Indonesia. Bertanah Air Satu, Tanah Air Indonesia. Dan Berbahasa Satu, Bahasa Indonesia.”. Sungguh sangat gigih sikap mereka demi mengangkat harkat dan martabat bangsa pada masa itu. Seluruh pemuda dari berbagai agama, suku, ras dan atribut pembeda lainnya, bersama-sama setia berjanji dan bertekad bulat mengikrarkan sumpah suci yang terbungkus dalam nama “Sumpah Pemuda”. Namun apabila kita melihat di masa sekarang, dimana generasi muda Indonesia sekarang lebih senang mementingkan dirinya sendiri, bergaya hidup bebas, hedonis, jarang atau bahkan hampir tidak pernah menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, seakan kebanggaan berbahasa Indonesia itu lenyap begitu saja. Bahkan beberapa dari mereka justru malah menindas rekan sebangsa sendiri demi tercapainya apa yang mereka inginkan.
Generasi muda yang identik dengan dengan kematangan jasmani, perasaan dan akalnya. Masa dimana semangat ingin belajar yang menggebu dan rasa keingintahuan yang tinggi menjadikan pemuda ingin melakukan sesuatu yang berarti dalam hidup meraka, sesuatu yang bisa mereka persembahkan untuk masyarakat dan bangsa mereka serta sasuatu yang bisa dikenang dan dibanggakan dikemudian hari. Hal inilah yang melekat pada pemuda yakni sebagai “agent of change dan ”agent of social control”.
Banyak sekali masalah yang sekarang dihadapi oleh para pemuda mulai dari narkoba, seks bebas, HIV/AIDS, bahkan kita juga tidak jarang mendengar terjadinya tawuran antar pemuda hanya karena masalah sepele. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi kemiskinan pada kaum pemuda. Miskin intelektual, moral, modal dan lemahnya sumberdaya pemuda.
Berbicara tentang nasionalisme, memang kita sadar betul bahwa pada saat sekarang ini nasionalisme pemuda Indonesia menurun. Hal ini terbukti dengan terjadinya krisis kepemimpinan yang melanda pemuda Indonesia. Apabila kita bandingkan dengan pemuda angkatan 1908, 1928 dan 1945. Dimana pada tersebut nasionalisme pemuda mencapai puncaknya hingga akhirnya mampu mewujudkan Indonesia Raya Merdeka.
Dengan banyaknya masalah yang dihadapi oleh pemuda saat ini, maka timbul pertanyaan apakah pemuda bisa bangkit dari tidurnya setelah mengalami 81 tahun dalam keterpurukan? Adakah suatu anugerah atau mukjizat dari Allah yang mampu membukakan mata kaum pemuda sekarang yang telah terlena dengan godaan hidupnya sehingga mereka bisa kembali bangkit dan menyingsingkan lengan bajunya?
Bukankah kita pernah mendengar “bahwa Allah akan mengampuni dosa hambanya yang bertaubat, tetapi Allah lebih menyayangi pemuda yang bertaubat”. Tentunya semua itu menjadi do’a dan harapan kita semua agar pemuda Indonesia dapat segera bangkit dan membangun bangsanya.
Terlepas dari itu semua, memang kita menyadari betul bahwa memang tidak mudah untuk melakukan perubahan pada generasi muda yang mempunyai jiwa nasionalisme yang tinggi, tetapi bukan berarti hal itu mustahil untuk dilaksanakan. Allah bersabda “…Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri...” (QS: 13: 11)
Sudah saatnya kita sebagai pemuda bangkit, meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa, meningkatkan rasa nasionalisme kita sebagai pemuda Indonesia. Sebagai generasi muda kita harus mengambil langkah pertama sebagai tonggak dan pondasi perjalanan kita guna menempuh langkah selanjutnya. Meskipun itu terasa berat tapi apabila semua generasi muda bersatu padu maka tidak ayal kalau pemuda bakal menjadi raksasa bagi bangsanya.
Hampir seluruh sejarah yang tercipta di negeri ini dilakukan atas peran pemuda sebagai contoh gerakan pemuda, 1908, 1928, 1945, 1966 dan 1988. Eksistensi sebagai pemuda Indonesia benar-benar terwujud di masa itu .
Benedict Anderson, seorang Indonesianist mengungkapkan bahwa sejarah Indonesia adalah sejarah pemudanya. Pernyataan Ben Anderson memang sangat sesuai apabila dikaitkan dengan sejarah panjang bangsa Indonesia. Apabila kita menengok kebelakang perjalanan bangsa ini, dimana pemuda menjadi aktor dari setiap langkah perjalanan bangsa Indonesia. Pemuda angkatan 1908 yang telah sukses memupuk jiwa-jiwa nasionalisme, pemuda angkatan 1928 yang sukses menggalang ideologi persatuan dan kesatuan bangsa. Serta pemuda angkatan 1945 sanggup mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Namun setelah itu kekuatan besar itu belum hadir kembali. Untuk angkatan 66, 74, 80, hingga 90-an bisa dikatakan hanya mampu memerankan dirinya sebatas kekuatan korektif.
Yang lebih disesalkan setelah tahun 90-an praktis pemuda hanya duduk diam, tanpa melakukan suatu yang berarti bagi bangsanya. Dalam bernegara, pemuda adalah sebagai tonggak berdirinya Negara Indonesia. Bung Karno, Bung Hatta, Wikana Syahrir, Panglima Soedirman dan pemuda lainnya merupakan tokoh-tokoh pemuda terbaik yang pernah dimiliki oleh bangsa ini. Mereka rela mengorbankan harta benda, jiwa dan raga demi satu kata “Indonesia Merdeka”. Sekarang cita-cita itupun tercapai dengan kerja keras dan kucuran keringat serta darah. Dengan demikian tugas merekapun telah selesai. Adalah pemuda juga yang meneruskan perjuangan mereka. Estafet kepemimpinan harus tetap berlanjut. Tugas berat terbeban di pundak para pemuda sebagai generasi penerus bangsa. Perjalanan panjang masih harus ditempuh pemuda bahkan bisa diibaratkan sebagai “Sajadah Panjang” yakni sebuah perjalanan suci nan mulia demi melanjutkan cita-cita para pahlawan pendahulu kita, demi menunaikan tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi dan demi menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kini Ibu pertiwi memanggil kita untuk saling bergandengan tangan menyatukan tekad guna membangun kembali negeri ini. Dan sudah pastilah kita harus mendatangi panggilan ibu pertiwi sebagai tempat tumpah darah kita.
Harapan baru kita gantungkan pada undang-undang kepemudaan. Dengan undang-undang tersebut akan memberikan jaminan suatu proses regenerasi yang menempatkan pemuda sebagai subjek utama, bukan lagi pemuda sebagai objek. Apalagi, sejak jaman kemerdekaan sampai pemerintahan sekarang, kita belum memiliki UU tentang kepemudaan. Karena itu, diperlukan sebuah terobosan baru agar pemerintah memberikan jaminan dan penghargaan kepada pemuda yang merupakan generasi penerus bangsa.
Majulah pemuda Indonesia, Bangkitlah Laskar Sang Fajar.
SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA, MERDEKA, MERDEKA UNTUK SELAMA-LAMANYA
Walaupun harta, benda, jiwa dan raga harus dikorbankan
Satukan tekad “BERBANGSA SATU, BANGSA INDONESIA. BERTANAH AIR SATU, TANAH AIR INDONESIA. DAN BERBAHASA SATU, BAHASA INDONESIA.”
Selasa, 02 Juni 2009
TIPE KEPRIBADIAN MANUSIA
Bagaimana kepribadian seseorang itu terbentuk? Bagaimana kita tahu apakah kepribadian kita? Kami yakin, pertanyaan-pertanyaan seperti ini sering muncul dalam benak banyak orang. Berikut ini ikutilah cuplikan diskusi yang membahas tentang seputar kepribadian. Selamat mengikuti!
T : Apa sebenarnya kepribadian itu?
J : Kepribadian adalah ciri atau karakteristik atau gaya atau sifat- sifat khas diri kita yang bersumber dari bentukan-bentukan yang kita terima dari lingkungan, misalnya, keluarga pada masa kecil kita dan juga bawaan-bawaan kita sejak lahir. Jadi yang disebut kepribadian itu sebetulnya adalah campuran dari hal-hal yang bersifat psikologis kejiwaan dan juga yang bersifat fisik.
T : Jadi setiap orang yang diciptakan oleh Tuhan YME sudah dilengkapi dengan kepribadian?
J : Tepat sekali, jadi kepribadian itu sebetulnya adalah pemberian Tuhan YME yang sebetulnya sangat berkaitan dengan komposisi fisik kita ditambah dengan pengaruh lingkungan yang kita terima atau kita alami pada masa pertumbuhan kita. Misalnya, ada orang yang mudah cemas, kita tidak bisa langsung berkata orang ini beriman lemah, tapi memang sejak lahir jantungnya peka, mudah sekali merasakan getaran-getaran yang bersumber dari luar dirinya. Akibatnya dia lebih mudah dikejutkan, merasa tegang, dan lebih rawan terhadap kecemasan.
T : Apakah ada jalan yang sederhana supaya kita bisa tahu bagaimana kira-kira berkepribadian saya?
J : Saya jelaskan dulu empat penggolongan kepribadian yang pada umumnya dipakai agar kita bisa mencocokkan diri, kita termasuk dalam kategori yang mana.
TIPE SANGUIN. Tipe ini mempunyai banyak kekuatan, bersemangat, mempunyai gairah hidup, bisa membuat lingkungannya gembira, senang. Tapi kelemahannya adalah cenderung impulsive, bertindak sesuai emosinya atau keinginannya. Jadi orang dengan kepribadian sanguin mudah sekali dipengaruhi oleh lingkungannya dan rangsangan-rangsangan dari luar dirinya. Dia kurang bisa menguasai diri atau penguasaan dirinya lemah. Orang-orang sanguin cenderung mudah jatuh ke dalam pencobaan, karena godaan dari luar bisa begitu memikatnya, dan dia bisa masuk terperosok ke dalamnya.
TIPE FLEGMATIK. Tipe flegmatik adalah orang yang cenderung tenang dan dari luar cenderung tidak beremosi. Dia tidak menampakkan emosi, misalnya, sedih atau senang. Jadi naik turun emosinya tidak nampak dengan jelas. Orang ini cenderung bisa menguasai dirinya dengan cukup baik dan introspektif sekali, memikirkan ke dalam, bisa melihat, menatap dan memikirkan masalah-masalah yang terjadi di sekitarnya. Jadi dia adalah seorang pengamat yang kuat, penonton yang tajam dan juga seorang pengkritik yang berbobot. Kelemahannya adalah cenderung mau ambil mudahnya, tidak mau susah. Kelemahannya ini membuat dia jadi orang yang kurang mau berkorban bagi yang lain. Karena dia cenderung menjadi orang yang egois.
TIPE MELANKOLIK. Orang yang melankolik adalah orang yang terobsesi dengan karya yang paling bagus, yang paling sempurna, mengerti estetika keindahan hidup ini dan perasaannya sangat kuat, sangat sensitif. Kelemahan orang melankolik adalah mudah sekali dikuasai oleh perasaan dan cukup sering perasaan yang mendasari hidupnya sehari-hari adalah perasaan yang murung. Tidak mudah bagi orang melankolik itu untuk terangkat, untuk senang, atau tertawa terbahak-bahak.
TIPE KOLERIK. Seorang kolerik berorientasi pada pekerjaan, dan pada tugas. Dia adalah seseorang yang mempunyai disiplin kerja yang sangat tinggi. Kelebihannya adalah dia bisa melaksanakan tugas dengan setia dan bertanggung jawab dengan tugas yang diembannya. Kelemahan orang kolerik adalah kemampuannya untuk bisa merasakan perasaan orang lain agak kurang, belas kasihannya terhadap penderitaan orang lain juga agak minim, karena perasaannya kurang bermain.
T : Apa mungkin ada orang yang bisa memiliki dua tipe sekaligus?
J : Itu bisa saja terjadi, misalnya waktu kita berkata bahwa saya ini sanguin. Saya tidak murni sanguin, tapi saya juga punya kolerik sebagian, sedikit melankolik, dan kadang-kadang ada juga sedikit flegmatiknya. Jadi kebanyakan kita ini terdiri dari campuran dari keempat tipe tersebut. Namun dari keempat tipe itu pasti ada yang dominan.
T : Apa sebenarnya kepribadian itu?
J : Kepribadian adalah ciri atau karakteristik atau gaya atau sifat- sifat khas diri kita yang bersumber dari bentukan-bentukan yang kita terima dari lingkungan, misalnya, keluarga pada masa kecil kita dan juga bawaan-bawaan kita sejak lahir. Jadi yang disebut kepribadian itu sebetulnya adalah campuran dari hal-hal yang bersifat psikologis kejiwaan dan juga yang bersifat fisik.
T : Jadi setiap orang yang diciptakan oleh Tuhan YME sudah dilengkapi dengan kepribadian?
J : Tepat sekali, jadi kepribadian itu sebetulnya adalah pemberian Tuhan YME yang sebetulnya sangat berkaitan dengan komposisi fisik kita ditambah dengan pengaruh lingkungan yang kita terima atau kita alami pada masa pertumbuhan kita. Misalnya, ada orang yang mudah cemas, kita tidak bisa langsung berkata orang ini beriman lemah, tapi memang sejak lahir jantungnya peka, mudah sekali merasakan getaran-getaran yang bersumber dari luar dirinya. Akibatnya dia lebih mudah dikejutkan, merasa tegang, dan lebih rawan terhadap kecemasan.
T : Apakah ada jalan yang sederhana supaya kita bisa tahu bagaimana kira-kira berkepribadian saya?
J : Saya jelaskan dulu empat penggolongan kepribadian yang pada umumnya dipakai agar kita bisa mencocokkan diri, kita termasuk dalam kategori yang mana.
TIPE SANGUIN. Tipe ini mempunyai banyak kekuatan, bersemangat, mempunyai gairah hidup, bisa membuat lingkungannya gembira, senang. Tapi kelemahannya adalah cenderung impulsive, bertindak sesuai emosinya atau keinginannya. Jadi orang dengan kepribadian sanguin mudah sekali dipengaruhi oleh lingkungannya dan rangsangan-rangsangan dari luar dirinya. Dia kurang bisa menguasai diri atau penguasaan dirinya lemah. Orang-orang sanguin cenderung mudah jatuh ke dalam pencobaan, karena godaan dari luar bisa begitu memikatnya, dan dia bisa masuk terperosok ke dalamnya.
TIPE FLEGMATIK. Tipe flegmatik adalah orang yang cenderung tenang dan dari luar cenderung tidak beremosi. Dia tidak menampakkan emosi, misalnya, sedih atau senang. Jadi naik turun emosinya tidak nampak dengan jelas. Orang ini cenderung bisa menguasai dirinya dengan cukup baik dan introspektif sekali, memikirkan ke dalam, bisa melihat, menatap dan memikirkan masalah-masalah yang terjadi di sekitarnya. Jadi dia adalah seorang pengamat yang kuat, penonton yang tajam dan juga seorang pengkritik yang berbobot. Kelemahannya adalah cenderung mau ambil mudahnya, tidak mau susah. Kelemahannya ini membuat dia jadi orang yang kurang mau berkorban bagi yang lain. Karena dia cenderung menjadi orang yang egois.
TIPE MELANKOLIK. Orang yang melankolik adalah orang yang terobsesi dengan karya yang paling bagus, yang paling sempurna, mengerti estetika keindahan hidup ini dan perasaannya sangat kuat, sangat sensitif. Kelemahan orang melankolik adalah mudah sekali dikuasai oleh perasaan dan cukup sering perasaan yang mendasari hidupnya sehari-hari adalah perasaan yang murung. Tidak mudah bagi orang melankolik itu untuk terangkat, untuk senang, atau tertawa terbahak-bahak.
TIPE KOLERIK. Seorang kolerik berorientasi pada pekerjaan, dan pada tugas. Dia adalah seseorang yang mempunyai disiplin kerja yang sangat tinggi. Kelebihannya adalah dia bisa melaksanakan tugas dengan setia dan bertanggung jawab dengan tugas yang diembannya. Kelemahan orang kolerik adalah kemampuannya untuk bisa merasakan perasaan orang lain agak kurang, belas kasihannya terhadap penderitaan orang lain juga agak minim, karena perasaannya kurang bermain.
T : Apa mungkin ada orang yang bisa memiliki dua tipe sekaligus?
J : Itu bisa saja terjadi, misalnya waktu kita berkata bahwa saya ini sanguin. Saya tidak murni sanguin, tapi saya juga punya kolerik sebagian, sedikit melankolik, dan kadang-kadang ada juga sedikit flegmatiknya. Jadi kebanyakan kita ini terdiri dari campuran dari keempat tipe tersebut. Namun dari keempat tipe itu pasti ada yang dominan.
Tes Keindigoan Anda dengan Melihat Sifat Emosional Warna Aura

Warna aura orang indigo
Warna aura adalah warna yang terpancar dari tubuh kita, yang menggambarkan keadaan jiwa dan emosi kita. Warna aura ini tidak dapat dilihat secara kasat mata, namun membutuhkan alat khusus yang disebut photo aura.
Warna aura menunjukkan kepada karakteristik tertentu, sehingga orang yang berlainan warna auranya akan dapat dibedakan dengan jelas sifat emosional dan pembawaannya. Sifat-sifat emosional itu semakin jelas tampak pada seseorang apabila warna auranya sangat jelas dan tua, sedangkan apabila warna auranya berada pada posisi transisi – dan ini sangat mungkin terjadi – maka sifat-sifat emosionalnya mungkin akan tercampur dengan warna aura yang berada di dekatnya.
Orang indigo adalah orang yang mempunyai warna aura indigo atau disebut juga warna nila – semacam biru tua kemerahan. Warna aura ini terpancar dari tubuh seorang indigo, oleh sebab itulah mereka disebut orang indigo
Namun selain warna indigo, ada dua warna aura lain yang dapat digolongkan sebagai warna aura orang indigo, yakni warna kristal dan ungu (violet). Kedua warna ini mempunyai karakteristik yang berbeda dengan warna indigo namun mempunyai beberapa kesamaan sifat emosional prinsip sehingga mereka yang mempunyai warna aura kristal dan ungu digolongkan juga sebagai orang indigo.
Kemungkinan percampuran sifat-sifat emosional antar ketiga warna aura mungkin terjadi. Misalnya kristal keindigoan, indigo kekristalan, ungu keindigoan atau indigo keunguan.
Warna-warna aura lainnya
Selain ketiga warna aura yang dapat digolongkan warna aura orang indigo tersebut, ada beberapa warna aura lain yang barangkali merupakan warna aura anda apabila anda tidak menemukan kesamaan sifat emosional diri anda pada ketiga warna aura indigo kristal, indigo dan ungu.
Warna-warna aura tersebut secara berurutan adalah :
1. Merah, sifat umum: berani, kuat dan sehat, dinamis, realistis, percaya diri, dapat dirasakan, secara fisik, faktual.
2. Jingga (Orange), sifat umum: individualistis, tidak penakut, cerdik, penakluk, pencari getaran hati.
3. Kuning, sifat umum: suka bermain dan melucu, cerah, menggembirakan, aktif, secara fisik, bersahabat, percaya, kekanak-kanakan.
4. Fisikal Tan (Hijau tua), sifat umum: mandiri, bertanggung jawab, sengaja, penuh perhitungan, senang dipuji, segan, individualistis
5. Hijau, sifat umum: analitis, suka mengatur/organisator, perencana, mental, abstrak, sangat tertib dan terencana.
6. Biru, sifat umum: sangat merawat, intuitif, emosional, tanpa pamrih, berbelas kasih.
7. Nurturing Tan (Biru muda), sifat umum: membantu, sukarelawan, berdedikasi, elastis, berorientasi melayani, tidak egois.
8. Kristal (Bening/tidak berwarna), sifat umum: sangat pribadi, spiritual, canggung secara sosial, berlatih, pemalu, wajar, tidak menghargai kesembuhan.
9. Indigo, sifat umum: tenang, siaga, ingin tahu, penyabar, ditentukan, suci, keras kepala, jujur, moderat
10.Ungu (Violet), sifat umum: spiritual, pengendali, penuh motivasi, berdedikasi, bertanggung jawab, kharismatik
11.Magenta (Ungu muda), sifat umum: orang yang kocak, penuh irama, berlebih-lebihan/ekstrim, secara fisik, inovatif, pencari perhatian.
12.Lavender, sifat umum: artistik, lari dari kenyataan, sendiri, intuitif, emosional, penghayal.
13.Loving Tan (Coklat tua), sifat umum: penyabar, objektif, bersahabat/ramah, ingin gembira, optimistis, menyeluruh, abstrak, sosial, menyebar.
14.Mental Tan (Coklat tanah), sifat umum: metodis, rasional, mental, penyabar, mengacu pada statistik, penuh nalar, sangat teliti, klinis.
Rincian sifat emosional
Agar tes yang anda lakukan lebih tepat, berikut ini adalah sifat-sifat emosional warna aura orang indigo secara mendetil yang bisa dibandingkan dengan sifat emosional anda. Jangan lupa untuk melihat ketiga warna dengan teliti, mungkin ada kesamaan sifat secara campuran antara ketiga warna.
Kristal
1. Orangnya enak, sangat sensitip, penuh bantuan, damai, tenang, spiritual, senang menghabiskan waktu dengan menyendiri.
2. Bergaul akrab dengan setiap orang, mereka dapat menerima warna aura dari siapa pun yang bersamanya.
3. Ketika menjadi sentral, mereka alami, memimpin secara wajar, memiliki energi penyembuhan.
4. Ketika tidak sebagai sentral, mereka mudah merasa bingung, kehilangan arah (disorientasi), dan secara kejiwaan diliputi oleh energi milik orang lain. Mereka lalu merasakan kebutuhan untuk menarik diri dari kehidupan untuk mengisi diri mereka sendiri.
5. Ketika tidak sebagai sentral, mereka cenderung kurang percaya diri dan mencari ketentraman jiwa.
6. Senang berkebun, menjadi alami, membaca atau aktivitas sendiri lainnya.
7. Suka dengan lingkungan sekitar yang manis, tenang, bersih, rapi, dan sederhana
8. Berpikir dan belajar dengan cepat, sangat yang intuitif
9. Lebih siap untuk berada di belakang (bukan pusat perhatian), tidak mengatur atau ambisius.
10.Cinta menjadi pertimbangan dalam mengartikan hidup, biasanya terhubung pribadi dengan Kekuatan Tertinggi.
11.Di dalam hubungan dengan orang lain bisa dingin, menjauh dan sangat dingin karena mereka memerlukan demikian banyak waktu untuk sendiri, mereka sangat pribadi.
12.Dan sebaliknya, mereka dapat mempunyai pengaruh yang tenang, penyembuhan yang berpengaruh pada teman ketika di pusat.
13.Seperti seorang teman yang bersifat menentukan dan melindungi dengan sabar, membiarkan dan tidak mengintimidasi.
14.Dapat tinggal sendiri dalam jangka waktu lama disebabkan trauma terhadap hubungan emosional yang kuat.
15.Sebagai orang tua, orang kristal mudah bingung, ribut, kacau dan dengan mudah diliputi semua itu.
16.Berhati-hati, bertanggung jawab dan teliti dengan uang disebabkan munculnya perasaan aman.
Tujuan hidup orang kristal adalah keterbukaan, menerima saluran untuk energi penyembuhan untuk melewatkan mereka dan mengangkat yang lain.
Ketakutan mendasar orang kristal adalah ketakutan akan diliputi oleh orang-orang yang terlalu banyak di sekitarnya dan tidak punya waktu sendirian untuk mengisi energi mereka.
Orang kristal melakukan yang terbaik dalam keadaan bersih, nada rendah, dan lingkungan yang tenang. Mereka berhasil dengan pekerjaan yang terperinci dan yang tertata. Mereka suka kerja sendirian tetapi perlu untuk merasakan bahwa pekerjaannya tersedia untuk orang lain.
Posisi-posisi khas orang kristal adalah:
1.Ahli pijat.
2.Ahli pengobatan tubuh.
3.Praktisi kesehatan menyeluruh.
4.Musisi
5.Dokter
6.Peternakan
7.Pustakawan
8.Sekretaris
9.Penerima tamu
10.Desain interior
11.Ulama, biarawan/biarawati, pendeta
12.Ahli gizi
13.Penulis
14.Psikolog
15.Penyembuh Energi
16.Pakar pengobatan alami.
17.Penanam bunga
18.Seniman
19.Penasihat Anak
Indigo
1. Mempunyai kesadaran yang tinggi dan intuitif, tenang, idealistis, hidup dari contoh, rasa ingin tahu yang besar, jiwa yang tua
2. Mandiri, berkemauan keras dan tidak gentar, berbelas kasih dan sensitip
3. Tidak merasa bersalah, murni, sangat etis dan sangat suka kepada kenyataan
4. Kecenderungan kepada keseimbangan sifat maskulin dan feminin (yin dan yang), kualitas yang sama
5. Merasa nyaman bila menjadi diri sendiri, tidak bisa diancam atau dipaksa
6. Memiliki kesulitan ketika menghubungkan tubuh secara fisik dengan diri sendiri yang rohani
7. Menyukai hal-hal alami, dapat bergaul dengan binatang-binatang dan anak-anak dengan mudah
8. Sangat Ingin tahu dan penuh curiga, berkeinginan untuk menantang dan mempertanyakan kepercayaan-kepercayaan dogmatis.
9. Memiliki kesulitan berhubungan dengan dunia yang dingin, kasar, kejam yang dihuni sekarang ini.
10. Sistem pencernaan yang sensitip, membutuhkan makanan yang bermutu paling tinggi dan semuanya alami.
11. Tidak senang menjadi pusat perhatian, Indigo menjadi sangat sensitip dan menjadi penakut, penuh kekhawatiran, dan disorientasi.
12. Merasa terisolasi dari orang sekitar sehingga sering disalahpahami sebagai penyendiri. Bagaimanapun, mereka sadar bahwa seluruh kehidupan saling behubungan.
13. Setia, terikat dan hanya dengan satu orang saja di dalam berhubungan, membutuhkan ikatan dalam satu tingkatan jiwa dengan partner.
14. Memerlukan tidur yang sangat sedikit untuk meremajakan tubuh.
15. Memiliki suatu pemahaman bawaan mengenai teknologi dan komputer seolah-olah alam kehidupan kedua bagi mereka.
16. Dapat didiagnose mengidap ADD, ADHD, atau kesulitan belajar disebabkan persepsi-persepsi mereka yang tidak biasa
Tujuan hidup dari seseorang dengan warna Indigo adalah untuk mendorong kepribadian dan hidup dengan integritas dan tanggung jawab, dengan tindakan dari prinsip-prinsip yang lebih tinggi.
Ketakutan mendasar dari seseorang dengan warna Indigo adalah merasa seperti orang terisolasi yang terbuang dan penyendiri.
Orang dengan warna aura Indigo tertarik terhadap pekerjaan yang membiarkan mereka untuk bersifat kreatif, bebas untuk bepergian, dan untuk berhubungan dengan orang-orang dan alam dalam kasih, penuh kedamaian dan cinta.
Posisi-posisi khas untuk orang dengan warna aura Indigos adalah:
1.Pakar lingkungan
2.Ilmuwan sosial
3.Guru
4.Pengasuh Binatang
5.Spesialis Sumber Daya Manusia
6.Pekerja sosial
7.Programer Komputer
8.Pakar perkebunan
9.Penulis
10.Seniman
11.Peneliti
12.Pengasuh Anak
13.Praktisi Kesehatan secara menyeluruh
14.Penasehat
15.Konsultan
16.Psikolog
17.Pakar tumbuhan
18.Musisi
Ungu (Violet)
1. Yang mendatangkan ilham, pengelamun/penuh visi, karismatik, tangguh, magnetis, dinamis, pemimpin dan guru.
2. Mereka mengetahui bahwa keberadaan mereka di dunia melakukan sesuatu yang penting untuk membantu mengangkat umat manusia dan planet ini.
3. Mereka di sini sebagai guru/pemimpin untuk mendidik orang banyak dan untuk memberi inspirasi/membuat perubahan positif.
4. Mereka mempunyai suatu pesan untuk berbagi dengan dunia dan merasakan suatu dorongan yang kuat dari dalam untuk dinyatakan.
5. Ada sifat jiwa lebih tua yang mempunyai kebijaksanaan dan kecerdasan bawaan, bukan dari pendidikan formal
6. Seperti para visioner, mereka melihat hasil-hasil di masa depan yang berusaha mereka ciptakan, sekali pun masih tidak mengetahui bagaimana caranya.
7. Mereka adalah penampil alami yang suka menjadi pusat perhatian untuk dapat menggali informasi yang diilhami.
;8. Jika sedang tidak di pusat, mereka dapat menghimpun yang berserakan dan diliputi terlalu banyak proyek dengan segera.
9. Dapat menjadi buntu pikiran, tidak mengetahui harus berbuat apa untuk mencapai sasaran yang dituju.
10.Meditasi sangat penting bagi mereka sehingga mereka dapat belajar untuk mempercayai visi-visi mereka.
11.Karena banyak warna, visi-visi dan ukuran-ukuran ideal mereka dapat terlihat tidak praktis dan tidak realistis.
12.Kebebasan dan kemerdekaan diperlukan agar mereka dapat memenuhi tujuan hidupnya.
13.Mereka sering kali merasa terisolasi dan tidak difahami, baik di masa anak-anak maupun sampai dewasanya.
14.Mereka senang bepergian untuk meluaskan horisonnya.
15.Mereka mempunyai kedalaman emosi yang luar biasa dan rasa kasihan, yang dapat mengikat pasangannya secara mendalam.
16.Mereka membutuhkan seorang partner yang ikut berbagi dalam visinya dan tidak akan menbiarkannya kembali.
17.Mereka mempunyai pengendalian seks yang kuat dan secara seksual mereka menarik bagi orang lain.
18.Mereka suka menjadi mandiri di mana hal tersebut memberi mereka kebebasan untuk melakukan pekerjaan dalam hidupnya.
19.Mereka merasa terpenuhi ketika mereka secara efektif mencapai dunia dan terinspirasi perubahan positif.
Tujuan hidup orang ungu (violet) adalah orang yang mendatangkan ilham, pemimpi kemanusiaan yang mampu meprediksikan dan menyatakan yang orang lain tidak mampu menyelesaikannya.
Ketakutan mendasar orang ungu (violet) adalah takut apabila tidak melakukan sesuatu yang penuh arti di dalam hidup mereka.
Orang ungu (violet) bekerja ketika mereka dapat percaya dan menikmatinya. Harus ada suatu tujuan yang lebih tinggi dari pada itu. Mereka tertarik kepada delapan bidang karir yang berbeda: (1) Komunikasi atau media, (2) Mengajar atau memberi kuliah (terutama di hal-hal gaib dan metafisis), (3) Psikologi, (4) Ahli ilmu agama, (5) Politik, (6) Hukum, (7) Sebab-sebab kemanusiaan, dan (8) Penyembuhan.
Posisi-posisi khas orang ungu (violet) adalah:
1.Aktivis Politis
2.Penulis
3.Seniman
4.Astrolog
5.Aktor/Aktris
6.Penyanyi
7.Produsen
8.Pelatih kehidupan personal
9.Direktur Sumber Daya Manusia
10.Psikolog
11.Menteri
12.Pekerja sosial
13.Konsultan
14.Presiden Perusahaan
15.Pemberi ceramah / dosen
16.Pemimpin Meditasi
17.Pencipta atau penemu
18.Pengacara
19.Fasilitator bengkel kerja
20.Usahawan
21.Instruktur Yoga
22.Guru
23.Penyembuh
24.Pakar ilmu fisika kuantum
Pengaruh Puasa Terhadap Psikis
Manfaat yang lebih besar bagi kesehatan dalam berpuasa terletak pada kemauan untuk menahan nafsu. Pesan utama dalam berpuasa adalah pengendalian diri dan menunda kesenangan sementara. Penundaan kesenangan ini dapat dilihat dalam hadish bahwa : “Ada dua kebahagiaan orang berpuasa; yakni ketika ia berbuka dan ketika kelak ia bertemu Allah”. Ramadhan secara generik artinya “membakar”, yakni suatu fase dalam satuan waktu tempat kaum muslimin melakukan training fisik, psikis dan spiritual dengan harapan meraih predikat taqwa ketika memasuki Syawal (yang secara generik syawal bermakna “meningkat”). Makan, minum dan sex menurut psikolog humanis Abraham Maslow merupakan kebutuhan dasar (basic need) manusia, ketika berpuasa ditanamkan prinsip bahwa kitalah yang berkuasa terhadap diri kita (nafsu kita) bukan kita yang dikendalikan nafsu. Dalam arti manusia diajarkan untuk menjadi raja bagi dirinya sendiri. Dr Muhammad Iqbal punya ungkapan yang terkenal bahwa “ Muslim adalah orang yang menggenggam cakrawala, sedang kafir adalah mereka yang larut dalam cakrawala.
Dalam melodrama kisah Adam disurga diceritakan pelanggaran pertama sekali yang dilakukan nenek moyang manusia itu adalah mendekati sebuah pohon terlarang. Padahal ketika itu Adam bebas untuk memakan apapun yang ada disurga hanya sebuah pohon dengan buah didalam pohon tersebut yang dilarang namun ternyata itupun dilanggar. Seakan menjadi I’tibar bagi seluruh umat manusia yang merupakan anak keturunan Adam bahwa dasar kelemahan manusia adalah ketidak mampuan mengendalikan diri. Manusia adalah mahkluk yang gampang tergoda. Daniel Goleman, PhD penggagas konsep EQ (kecerdasan emosional) mengatakan jika ada 2 sikap yang paling penting harus dimiliki orang di zaman modern yang paling utama adalah pengendalian diri dan kasih sayang.
Beberapa penyakit seperti jantung koroner, tekanan darah tinggi, gastritis hingga kanker sangat erat kaitannya dengan ketidakmampuan menahan diri, apalagi penyakit-penyakit psikiatrik. Tidak mampu menahan diri bisa tampil dalam banyak wujud a.l: tidak mampu melihat pesaing lebih maju, tidak mampu menahan amarah, tidak mampu menahan diri untuk bersabar.
PUASA DENGAN PENGENDALIAN AMARAH
"Bila salah seorang dari kalian berpusa maka hendaknya ia tidak berbicara buruk dan aib, dan jangan berbicara yang tiada manfaatnya dan bila dimaki seseorang maka berkatalah "aku berpuasa". (HR Bukhari)
Diantara semua situasi hati yang ingin di jauhi orang, amarah merupakan jenis ledakan emosi yang sukar diajak kompromi. Berbeda dengan bentuk emosi negatif lain seperti kesedihan dan depresi, “amarah” adalah ekspresi emosi yang menimbulkan semangat dan “menggairahkan”. Beberapa kebiasaan mengkaitkan secara keliru sikap maskulinitas (kejantanan) dengan kemampuan marah. Jenis-jenis amarah tampil dalam bentuk ; mengamuk, beringas, benci, marah besar, jengkel, kesal hati, berang, tersinggung, bermusuhan hingga tingkat ekstremnya tindak kekerasan & kebencian patologis.
Ilmu kedokteran telah membuktikan bahwa mereka yang sedang marah, baik yang dipendam maupun yang dimuntahkan akan memicu rangkaian refleks sympatis yakni berupa peningkatan kadar hormon katekholamin (adrenalin) dalam darahnya. Hormon katekholamin ini akan memunculkan refleks siaga yang dapat kita rasakan sensasinya seperti terpacunya irama denyut jantung, otot-otot menegang, tekanan darah naik, keringat dingin bermunculan di dahi, pembuluh darah diotot melebar sedang di visceral (organ dalam) menyempit, nafas memburu untuk mengambil oksigen sebanyak-banyaknya dan mata akomodasi penuh. Membanjirnya hormon katekolamin ini akan membangkitkan emosi sesaat dan cukup membangkitkan tindakan yang dahsyat seperti mempersiapkan tubuh untuk “bertempur atau kabur”. Karena efek adrenalin memang disetting untuk menghadapi situasi-situasi emergency. Semua itu, jika dibiarkan berlangsung lama atau menjadi sebuah habit, akan membahayakan kesehatan dan mempercepat proses ketuaan (decaying).
HASIL-HASIL PENELITIAN ILMIAH TENTANG AMARAH
q Dr Redford Wiliams dari Duke University menyimpulkan penelitian prospektifnya bahwa dokter-dokter yang dahulunya mempunyai skor tertinggi pada “test sikap bermusuhan selama menjadi mahasiswa di fakultas kedokteran” ternyata memiliki resiko 7 kali lebih besar kemungkinan meninggal diusia 50 tahun bila dibandingkan dengan mereka yang skor permusuhannya lebih rendah.
q Peter Kaufman, kepala Behavioral Medicine of National Heart, Lung and Blood Institue mengatakan : Bila seorang berumur 20-an seringkali marah-marah, maka setiap serangan amarah akan menumpukkan stress tambahan bagi jantung serta tekanan darah. Bila hal tsb berlangsung terus menerus akan bersifat destruktif, karena golakan darah yang mengalir melalui arteri koroner bersama dengan percepatan detak jantung dapat menimbulkan robekan-robekan mikro pada pembuluh tersebut dan potensial sebagai tempat tumbuhnya plak yang menjurus pada penyakit arteri koroner.
q Sebuah studi di Standford University Medical School terhadap 1012 pria dan wanita yang menderita penyakit jantung pertama dipantau selama 8 tahun menunjukkan bahwa kaum pria yang paling agresif dan paling suka bermusuhan mempunyai resiko tertinggi terkena serangan jantung kedua.
q Hasil yang sama pada studi di Yale school of medicine terhadap 929 pria yang pernah mengalami serangan jantung dan dilacak selama 10 tahun. Maka kaum pria yang termasuk golongan mudah terpancing amarahnya terbukti resiko meninggal karena serangan jantung 3 kali lipat dibanding kaum pria yang berperangai tenang.
Dalam konteks amarah tersebut, relevan sekali kaitan kesehatan dengan menahan amarah, karena selama berpuasa seseorang dilatih untuk menahan amarah. Secara fiqh, sikap marah akan membatalkan atau mengurangi nilai puasa seseorang. Puasa mengandung pesan agar orang menghindari perilaku yang tidak sehat, termasuk perilaku yang didorong oleh emosi (hendak marah, tidak sabar, atau panas hati). Efek pengendalian diri dengan berlatih tidak melampiaskan amarah inilah yang lebih besar pengaruhnya terhadap kesehatan, karena ia akan menghindarkan seseorang dari efek buruk akibat lonjakan kadar hormon kelompok katekholamin secara berlebihan ketika orang marah, kesal, panas hati, dan tidak sabar.
Dalam melodrama kisah Adam disurga diceritakan pelanggaran pertama sekali yang dilakukan nenek moyang manusia itu adalah mendekati sebuah pohon terlarang. Padahal ketika itu Adam bebas untuk memakan apapun yang ada disurga hanya sebuah pohon dengan buah didalam pohon tersebut yang dilarang namun ternyata itupun dilanggar. Seakan menjadi I’tibar bagi seluruh umat manusia yang merupakan anak keturunan Adam bahwa dasar kelemahan manusia adalah ketidak mampuan mengendalikan diri. Manusia adalah mahkluk yang gampang tergoda. Daniel Goleman, PhD penggagas konsep EQ (kecerdasan emosional) mengatakan jika ada 2 sikap yang paling penting harus dimiliki orang di zaman modern yang paling utama adalah pengendalian diri dan kasih sayang.
Beberapa penyakit seperti jantung koroner, tekanan darah tinggi, gastritis hingga kanker sangat erat kaitannya dengan ketidakmampuan menahan diri, apalagi penyakit-penyakit psikiatrik. Tidak mampu menahan diri bisa tampil dalam banyak wujud a.l: tidak mampu melihat pesaing lebih maju, tidak mampu menahan amarah, tidak mampu menahan diri untuk bersabar.
PUASA DENGAN PENGENDALIAN AMARAH
"Bila salah seorang dari kalian berpusa maka hendaknya ia tidak berbicara buruk dan aib, dan jangan berbicara yang tiada manfaatnya dan bila dimaki seseorang maka berkatalah "aku berpuasa". (HR Bukhari)
Diantara semua situasi hati yang ingin di jauhi orang, amarah merupakan jenis ledakan emosi yang sukar diajak kompromi. Berbeda dengan bentuk emosi negatif lain seperti kesedihan dan depresi, “amarah” adalah ekspresi emosi yang menimbulkan semangat dan “menggairahkan”. Beberapa kebiasaan mengkaitkan secara keliru sikap maskulinitas (kejantanan) dengan kemampuan marah. Jenis-jenis amarah tampil dalam bentuk ; mengamuk, beringas, benci, marah besar, jengkel, kesal hati, berang, tersinggung, bermusuhan hingga tingkat ekstremnya tindak kekerasan & kebencian patologis.
Ilmu kedokteran telah membuktikan bahwa mereka yang sedang marah, baik yang dipendam maupun yang dimuntahkan akan memicu rangkaian refleks sympatis yakni berupa peningkatan kadar hormon katekholamin (adrenalin) dalam darahnya. Hormon katekholamin ini akan memunculkan refleks siaga yang dapat kita rasakan sensasinya seperti terpacunya irama denyut jantung, otot-otot menegang, tekanan darah naik, keringat dingin bermunculan di dahi, pembuluh darah diotot melebar sedang di visceral (organ dalam) menyempit, nafas memburu untuk mengambil oksigen sebanyak-banyaknya dan mata akomodasi penuh. Membanjirnya hormon katekolamin ini akan membangkitkan emosi sesaat dan cukup membangkitkan tindakan yang dahsyat seperti mempersiapkan tubuh untuk “bertempur atau kabur”. Karena efek adrenalin memang disetting untuk menghadapi situasi-situasi emergency. Semua itu, jika dibiarkan berlangsung lama atau menjadi sebuah habit, akan membahayakan kesehatan dan mempercepat proses ketuaan (decaying).
HASIL-HASIL PENELITIAN ILMIAH TENTANG AMARAH
q Dr Redford Wiliams dari Duke University menyimpulkan penelitian prospektifnya bahwa dokter-dokter yang dahulunya mempunyai skor tertinggi pada “test sikap bermusuhan selama menjadi mahasiswa di fakultas kedokteran” ternyata memiliki resiko 7 kali lebih besar kemungkinan meninggal diusia 50 tahun bila dibandingkan dengan mereka yang skor permusuhannya lebih rendah.
q Peter Kaufman, kepala Behavioral Medicine of National Heart, Lung and Blood Institue mengatakan : Bila seorang berumur 20-an seringkali marah-marah, maka setiap serangan amarah akan menumpukkan stress tambahan bagi jantung serta tekanan darah. Bila hal tsb berlangsung terus menerus akan bersifat destruktif, karena golakan darah yang mengalir melalui arteri koroner bersama dengan percepatan detak jantung dapat menimbulkan robekan-robekan mikro pada pembuluh tersebut dan potensial sebagai tempat tumbuhnya plak yang menjurus pada penyakit arteri koroner.
q Sebuah studi di Standford University Medical School terhadap 1012 pria dan wanita yang menderita penyakit jantung pertama dipantau selama 8 tahun menunjukkan bahwa kaum pria yang paling agresif dan paling suka bermusuhan mempunyai resiko tertinggi terkena serangan jantung kedua.
q Hasil yang sama pada studi di Yale school of medicine terhadap 929 pria yang pernah mengalami serangan jantung dan dilacak selama 10 tahun. Maka kaum pria yang termasuk golongan mudah terpancing amarahnya terbukti resiko meninggal karena serangan jantung 3 kali lipat dibanding kaum pria yang berperangai tenang.
Dalam konteks amarah tersebut, relevan sekali kaitan kesehatan dengan menahan amarah, karena selama berpuasa seseorang dilatih untuk menahan amarah. Secara fiqh, sikap marah akan membatalkan atau mengurangi nilai puasa seseorang. Puasa mengandung pesan agar orang menghindari perilaku yang tidak sehat, termasuk perilaku yang didorong oleh emosi (hendak marah, tidak sabar, atau panas hati). Efek pengendalian diri dengan berlatih tidak melampiaskan amarah inilah yang lebih besar pengaruhnya terhadap kesehatan, karena ia akan menghindarkan seseorang dari efek buruk akibat lonjakan kadar hormon kelompok katekholamin secara berlebihan ketika orang marah, kesal, panas hati, dan tidak sabar.
Rabu, 22 April 2009
TAHUKAH ANDA APRIL MOP ITU???
Perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu sesungguhnya berawal dari satu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop atau The April’s Fool Day berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 atau bertepatan dengan 892 H. Sebelum sampai pada tragedi tersebut, ada baiknya menengok sejarah Spanyol dahulu ketika masih di bawah kekuasaan Islam.
Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah bisa dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan.
Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam, namun mereka sungguh-sungguh mempraktekkan kehidupan secara Islami. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur'an tapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Qur'an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.
Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun mereka selalu gagal. Telah beberapa kali dicoba tapi selalu tidak berhasil. Dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol. Akhirnya mata-mata itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni pertama-tama harus melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya.
Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirim alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari ketimbang baca Qur’an. Mereka juga mengirim sejumlah ulama palsu yang kerjanya meniup-niupkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.
Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan Salib. Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang idbantai, juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, semuanya dihabisi dengan sadis.
Satu persatu daerah di Spanyol jatuh, Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Kristen terus mengejar mereka.
Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak Muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. “Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Spanyol, setelah ini maka kami tidak lagi memberikan jaminan!” demikian bujuk tentara Salib.
Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa dari orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan, maka mereka segera bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka pun bersiap untuk berlayar.
Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang-barang keperluannya beriringan jalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tentara Salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah itinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika para tentara Salib itu membakari rumah-rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.
Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang tentara Salib itu telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.
Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib itu segera membantai dan menghabisi umat Islam Spanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Dengan buas tentara Salib terus membunuhi warga sipil yang sama sekali tidak berdaya.
Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The Aprils Fool Day).
Bagi umat Islam April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dibantai oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas jika ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Sebab dengan ikut merayakan April Mop, sesungguhnya orang-orang Islam itu ikut bergembira dan tertawa atas tragedi tersebut. Siapa pun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, beberapa abad silam.(rizki)
sumber: eramuslim.com
Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah bisa dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan.
Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam, namun mereka sungguh-sungguh mempraktekkan kehidupan secara Islami. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur'an tapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Qur'an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.
Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun mereka selalu gagal. Telah beberapa kali dicoba tapi selalu tidak berhasil. Dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol. Akhirnya mata-mata itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni pertama-tama harus melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya.
Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirim alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari ketimbang baca Qur’an. Mereka juga mengirim sejumlah ulama palsu yang kerjanya meniup-niupkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.
Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan Salib. Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang idbantai, juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, semuanya dihabisi dengan sadis.
Satu persatu daerah di Spanyol jatuh, Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Kristen terus mengejar mereka.
Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak Muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. “Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Spanyol, setelah ini maka kami tidak lagi memberikan jaminan!” demikian bujuk tentara Salib.
Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa dari orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan, maka mereka segera bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka pun bersiap untuk berlayar.
Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang-barang keperluannya beriringan jalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tentara Salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah itinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika para tentara Salib itu membakari rumah-rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.
Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang tentara Salib itu telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.
Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib itu segera membantai dan menghabisi umat Islam Spanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Dengan buas tentara Salib terus membunuhi warga sipil yang sama sekali tidak berdaya.
Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The Aprils Fool Day).
Bagi umat Islam April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dibantai oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas jika ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Sebab dengan ikut merayakan April Mop, sesungguhnya orang-orang Islam itu ikut bergembira dan tertawa atas tragedi tersebut. Siapa pun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, beberapa abad silam.(rizki)
sumber: eramuslim.com
Langganan:
Postingan (Atom)
