Bioteknologi ialah teknologi untuk mendayagunakan organisme hidup atau bagiannya dalam menghasilkan/memodifikasi produk tertentu an untuk perbaikan/pemuliaan mikroba,tanaman dan hewan (Office of Technologi Assesment 1988)
Fungsi bioteknologi dintaranya yaitu
1. Untuk menghasilkan varietas baru
2. Untuk memproduksi bibit.
3. Untuk industri biofarmaka exam: obat (penicilin), senyawa aromatik
4. Untuk industri fermentasi exam: wine
5. untuk pelestarian plasma nutfah
Kegiatan Bioteknologi meliputi
1. Kultur jaringan
2. Transformasi Gen (Biologi molekuler) dan,
3. Pemuliaan
V. Peranan bioteknologi
5.1. Dalam masyarakat
Menjelang akhir abad ke-20 sebagian besar masyarakat dunia menanti
bioteknologi dengan penuh harapan untuk memecahkan berbagai masalah umat
manusia dibumi. Namun sebagian masyarakat memandang bahwa memasuki era
bioteknologi sama saja memasuki hutan belantara ketidak pastian tentang dampak
yang akan terjadi kemudian hari.
Perkembangan bioteknologi sekarang ini akan menimbulkan dampak serius
pada demensi etika dan budaya. Rekayasa genetika menimbulkan masalah-masalah
etika serius yang berhubungan dengan pengubahan, manipulasi, penetapan paten
dan pemilikan bentuk-bentuk kehidupan. Berbagai perkembangan dibidang
kesehatan juga akan membawa implikasi mendalam pada nilai-nilai budaya.
Infrastruktur teknologi dan desakan ekonomi akibat bioteknologi membawa dampak
besar pada struktur sosial ekonomi serta pada nilai-nilai budaya, sementara
masyarakat luas tidak mendapat informasi dan diasingkan dari pengambilan
keputusan tentang ara, batas-batas tujuan dan dampak bioteknologi.
5.2. Dalam sistem ekologi
Semua organisme yang ada dibumi telah melampaui proses evolusi selama
jutaan tahun akibat keberadaan mereka kini telah mencapai suatu posisi
keseimbangan yang optimal. interaksi antara suatu organisme dengan
lingkungannya baik lingkungan biotik maupun abiotik telah mempunyai bentuk khas
masing-masing keanekaragaman jenis hubungan ini mempengaruhi bentuk
ekosistem kita dibumi. Jadi jelaslah terlihat adanya keterkaitan antara masingmasing
organisme musnah, keseimbangan sistem akan terganggu dampak yang
akan ditimbulkan bioteknologi dalam sistem ekologi antara lain terjadinya
pencemaran lingkungan akibat penggunaan pestisida yang berlebihan sehingga
penambahan atau pengurangan komponen-komponen ekositem bukan merupakan
hal yang dianggap ringan. Contoh dampak pemasukan organisme baru kelingkungan
alami adalah pemanfaatan gen anti beku yang terdapat pada suatu jenis ikan yang
dapat ditransfer keikan yang tidak tahan suhu dingin. Akibatnya yang biasa tidak
didapati pada musim dingan sekarang dapat sangat leluasa berkembang biak dan
menempati perairan yang dingin. Jadi akibat adanya kejadian ini dapat menimbulkan
pemusnahan suatu species ikan tertentu, sehingga keseimbangan ekosistem akan
terganggu.
Beberapa pertanyaan penting dalam bioteknologi diantaranya yaitu:
a. Kultur jaringan dan macamnya
b. Definisi dan perbedaan antara kultur pucuk dan kultur meristem
c. Kultur Anter, polen dan ovule
d. Kultur kalus, sel dan protoplasma
e. Kultur embrio somatik dan embrio zigotik
f. Fusi Protoplasma (manfaat dan alur kerjanya)
Teknologi DNA rekombinan adalah pembentukan kombinasi materi genetik yang baru dengan cara penyisipan molekul DNA ke dalam suatu vektor sehingga memungkinkannya untuk terintegrasi dan mengalami perbanyakan di dalam suatu sel organisme lain yang berperan sebagai sel inang.
Teknologi DNA rekombinan telah mungkinkan bagi kita untuk mengisolasi DNA dari berbagai organisme, menggabungkan DNA yang berasal dari organisme yang berbeda sehingga terbentuk DNA rekombinan, memasukkan DNA rekombinan ke dalam sel organisme prokariot maupun eukariot hingga DNA rekombinan dapat bereplikasi dan bahkan dapat diekspresikan. Jadi, Teknologi DNA Rekombinan merupakan penyambungan semula kumpulan DNA dengan sekumpulan teknik atau metoda yang digunakan untuk mengkombinasikan gen-gen di dalam tabung reaksi. Teknik-teknik tersebut meliputi:
- Teknik untuk mengisolasi DNA.
- Teknik untuk memotong DNA.
- Teknik untuk menggabung atau menyambung DNA.
- Teknik untuk memasukkan DNA ke dalam sel hidup.
Teknologi DNA Rekombinan telah memberikan banyak manfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan maupun bagi kehidupam manusia sehari-hari. Beberapa jenis obat-obatan, vaksin, bahan pangan, bahan pakaian dan lainnya telah diproduksi dengan memanfaatkan teknologi DNA Rekombinan.
Dalam kehidupan kita sehari-hari, secara langsung maupun tidak langsung, kita pernah berhubungan dengan hasil penggunaan teknologi DNA Rekombinan. Contoh: Hormon Insulin yang telah digunakan untuk mengobati penyakit diabetes. Penyakit diabetes pada manusia diobati dengan insulin manusia. Saat ini insulin manusia telah berhasil diproduksi secara masal dengan menggunakan bakteri. Kemampuan bakteri untuk memproduksi insulin manusia ini adalah karena manusia telah berhasil memasukkan dan mengintegrasikan gen yang menyandikan insulin manusia kedalam genom bakteri.
Transfer DNA atau perpindahan DNA ke dalam bakteri dapat melalui tiga cara yaitu :
1. Konjugasi, merupakan perpindahan DNA dari satu sel (sel donor) ke dalam sel bakteri lainnya (sel resipien) melalui kontak fisik antara kedua sel.
2. Transformasi merupakan pengambilan DNA oleh bakteri dari lingkungan di sekelilingnya.
3. Transduksi adalah cara pemindahan DNA dari satu sel ke dalam sel lainnya melalui perantaraan fage.
DNA yang masuk ke dalam sel bakteri selanjutnya dapat ber-integrasi dengan DNA atau kromosom bakteri sehingga terbentuk kromosom rekombinan. Perangkat yang digunakan dalam teknologi DNA rekombinan adalah perangkat-perangkat yang ada pada bakteri. Perangkat tersebut antara lain adalah: Enzim restriksi yang digunakan untuk memotong DNA, Enzim DNA ligase yang digunakan untuk menyambung DNA, PlasmidTransposon digunakan sebagai alat untuk melakukan mutagenesis dan untuk menyisipkan penanda, Pustaka Genom digunakan untuk menyimpan gen atau fragmen DNA yang telah diklonkan, Enzim traskripsi balikPelacak DNA / RNA digunakan untuk mendeteksi gen atau fragmen DNA yang diinginkan atau untuk mendeteksi klon yang benar. digunakan sebagai vektor untuk mengklonkan gen atau mengklonkan fragmen DNA atau mengubah sifat bakteri, digunakan untuk membuat DNA berdasarkan RNA,
Somatic Embryogenesis (SE) adalah proses di mana sel somatik yang ditumbuhkan dalam kondisi yang terkontrol berkembang menjadi sel embriogenik yang selanjutnya setelah melewati serangkaian perubahan morfologi dan biokimia dapat menyebabkan pembentukan embrio somatik. Berbeda dengan embrio zigotik (hasil persilangan tanaman), perkembangan embrio somatik sangat mudah diamati, kondisi kultur sangat terkontrol dan dapat diperoleh embrio somatik dalam jumlah besar. Dengan demikian, SE akan memainkan peranan penting pada perbanyakan klonal kakao, karena secara genetik bersifat klonal dan secara morfologi bersifat normal.
Somatic Embryogenesis adalah proses proses dimana sel somatic yang ditumbuhkan dalam kondisi yang terkontrol berkembang menjadi sel embriogenetik yang selanjutnya setelah melewati serangkaian perubahan morfologi dan biokimia dapat menyebabkan pembentukan embrio somatik.
Berbeda dengan embrio zigotik (hasil persilangan tanaman), perkembangan embrio somatik sangat mudah diamati, kondisi kultur sangat terkontrol dan dapat diperoleh embrio somatik dalam jumlah besar. Dengan demikian, SE akan memainkan peranan penting pada perbanyakan klonal kakao, karena secara genetik bersifat klonal dan secara morfologi bersifat normal.
Kultur embrio adalah memisahkan embrio yang belum dewasa dan menumbuhkannya secara kultur jaringan untuk mendapatkan tanaman yang viabel.
Tujuan:
memperpendek siklus breeding
tanaman yang semula mendapatkan waktu yang lama untuk berkecambah, dengan kultur embrio akan menjadi cepat untuk berkecambah.
Menguji kecepatan viabilitas benih
perkecambahan embrio dapat lebih nyata dan dapat lebih memberikan interpretasi yang jelas darpada kalau menggunakan tes kewarnaan.
Memperbanyak tanaman langkah
tanaman langkah seperti kelapa kopyor, sangat sulit untuk dibudidayakan secara normal. Sebab, kelapa kopyor mempunyai embrio yang lunak sehingga dibawah kondisi normaltidak mungkin untuk berkecambah. Tetapi dengan teknik kultur embrio dapat diperoleh tanaman kelapa kopyor.
Memperoleh hibrid yang langka
program pemuliaan dengan mengadakan persilanagn seringkali mengalami kegagalan. Ketidak berhasilan suatu persilangan disebabkan oleh praliferasi yang terhalang, atau fertilisasi yang dapat terjadisecara normal tetapi embrio mati pada awal tingkat perkembangannya. Kematian ini mungkin disebabkan oleh sedikitnya endosperm atau endosperm yang tidak berkembang secara normal. Dalam hal demikian, embrio hibrid yang berkembang secara normal akhirnya mengalami keguguran karena tidak cukup tersedia makanan, atau mungkin endosperm mengalami kelainan. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan penanamna embrio pada kultur medium.
berikut link penting untuk mempelajari tentang Bioteknologi
http://biomol.wordpress.com/bahan-ajar
.
.
Minggu, 02 Januari 2011
Senin, 07 Juni 2010
Pemetaan status kesehatan lingkungan
PEMETAAN DAYA DUKUNG LAHAN PEMUKIMAN TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA UNTUK MEMANTAU TANTANGAN KESEHATAN MASYARAKAT
Oleh: Pendi Setyawan*
Sumber daya alam dan lingkungan hidup merupakan 2 sumber yang penting bagi keberlangsungan kehidupan umat manusia dan makhluk hidup lainnya. Sumber daya alam dan lingkungan ibarat mata uang koin yang satu sama lainnya saling berhubungan erat dan tidak dapat dipisahkan. Sumberdaya alam dan lingkungan sebagai faktor utama penunjang kehidupan manusia yang menyediakan seluruh kebutuhan manusia mulai dari kebutuhan utama seperti sandang, pangan dan papan sampai kebutuhan yang sifatnya hanya sebagai penudukung aktifitas manusia misalnya perlindungan dari bencana serta pengendali lingkungan terhadap penyakit.
Dalam Ketentuan Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 1982 Tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup, lingkungan hidup didefinisikan sebagai kesatuan ruang dengan semua benda, daya dan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Manusia sebagai makhluk sosial dalam perkembangannya memerlukan orang lain dalam kehidupannya, sebagai salah satu kebutuhan maka manusia berkumpul dengan manusia yang lain membentuk suatu kelompok dan mendirikan pemukiman. Pemukiman terdiri atas beberapa unsur diantaranya yaitu unsur tempat dan kependudukan.
Kependudukan dan lingkungan hidup merupakan ekosistem yang saling berinteraksi dan tergantung satu sama lain. Keseimbangan antara jumlah penduduk dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan merupakan prasyarat terwujudnya kondisi kehidupan manusia yang berkualitas. Masalah besar tentang kependudukan di Indonesia ialah laju pertumbuhan penduduk yang tinggi tanpa disertai dengan upaya peningkatan daya dukung lingkungan untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraannya. Perkembangan jumlah penduduk yang tinggi ini telah menyebabkan meningkatnya kebutuhan manusia akan lahan sebagai tempat tinggalnya serta faktor pendukung kehidupan mereka (udara, air dll).
Hasil proyeksi menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia selama dua puluh lima tahun mendatang terus meningkat yaitu dari 205,1 juta pada tahun 2000 menjadi 273,2 juta pada tahun 2025 . Dalam dekade 1990-2000, penduduk Indonesia bertambah dengan kecepatan 1,49 persen per tahun, kemudian antara periode 2000-2005 dan 2020-2025 turun menjadi 1,34 persen dan 0,92 persen per tahun (BPS,2010). Dari data di atas dapat dipastikan bahwa dari tahun ketahun kebutuhan manusia akan lahan untuk pemukiman semakin tinggi hal ini seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia. Karena papan (tempat tinggal) menjadi salah satu kebutuhan primer manusia selain sandang dan pangan. Di sisi lain pertumbuhan sector industry dan pertambanagan dari tahun ke tahun yang terus mengalami peningkatan dapat memperparah perusakan lingkungan dan penurunan daya dukung lahan terhadap kesehatan masyarakat.
Ketidak pastian keberadaan lahan serta kemampuannya dalam mendukung kesehatan masyarakat di masa yang akan datang dapat diantisipasi dengan perumusan kebijaksanaan yang bersifat umum yang berisi prakiraan mengenai sistem, bekerjanya faktor-faktor lingkungan hidup dalam konteks lingkungan makro. Sebagai salah satu upaya dalam mengantisipasi pengaruh perkembangan pemukiman terhadap daya dukung lahan dan kesehatan masyarakat. Maka sudah selayaknya diadakan survei dan analisa sedari dini mengenai tingkat daya dukung lahan di tiap-tiap daerah sehingga akan diperoleh peta-peta daya dukung lahan, yang selanjutnya peta-peta ini bisa dijadikan sebagai dasar pengembangan kawasan pemukiman ataupun kebijakan yang terkait dengan daya dukung lahan terhadap kesehatan masyarakat..
Daya dukung lahan nampaknya menjadi masalah yang amat serius baik sekarang maupun masa yang akan datang, karena kemampuan lahan dalam mendukung aktifitas manusia akan sangat berpengaruh terhadap kegiatan manusia itu sendiri serta juga berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia yang terbentuk. Daya dukung lingkungan mengandung dua komponen utama, yaitu ketersediaan potensi sumberdaya alam dan daya tampung lingkungan. Aspek sumberdaya alam meliputi unsur lingkungan hidup yang terdiri dari sumberdaya hayati maupun non hayati, sumberdaya buatan, dan sumberdaya manusia; sedangkan daya tampung lingkungan hidup merupakan kemampuan lingkungan untuk menyerap zat, energi, dan komponen lain yang masuk atau dimasukkan ke dalamnya (Wijaya; 58: 2003).
Aspek fisik alam yang merupakan faktor pembatas bagi perkembangan ruang kota pulau tersebut adalah ketersediaan lahan dan sumberdaya air. Hal ini disebabkan keadaan kedua sumberdaya tersebut bersifat tetap, artinya tidak dapat dipindahkan. Selain itu, secara alamiah kuantitasnya tetap namun keadaan dan sifat kualitasnya akan berbeda dari waktu ke waktu, sehingga dapat membatasi pemakaian dan manfaat yang diberikan. Oleh karena itu, ketersediaan lahan dan sumberdaya air ini akan menentukkan sebaran dan besaran luas daya tampung ruang untuk pemanfaatan ruang pada kota pulau tersebut (setiawan, 2004).
Berikut beberapa parameter yang bisa digunakan dalam rangka evaluasi serta peningkatan daya dukung lahan terhadap kesehatan masyarakat (Departemen Kesehatan, 2001).
Pengadaan Air.
Semua orang didunia memerlukan air untuk minum, memasak dan menjaga kebersihan pribadi. Dalam situasi bencana mungkin saja air untuk keperluan minumpun tidak cukup, dan dalam hal ini pengadaan air yang layak dikunsumsi menjadi paling mendesak. Namun biasanya problema–problema kesehatan yang berkaitan dengan air muncul akibat kurangnya persediaan dan akibat kondisi air yang sudah tercemar sampai tingkat tertentu.
Tolok ukur kunci
1) Persediaan air harus cukup untuk memberi sedikit–dikitnya 15 liter per orang per hari
2) Volume aliran air ditiap sumber sedikitnya 0,125 liter perdetik.
3) Jarak pemukiman terjauh dari sumber air tidak lebih dari 500 meter
4) 1 (satu) kran air untuk 80 – 100 orang
B. Kualitas air
Air di sumber–sumber harus layak diminum dan cukup volumenya untuk keperluan keperluan dasar (minum, memasak, menjaga kebersihan pribadi dan rumah tangga) tanpa menyebabakan timbulnya risiko–risiko besar terhadap kesehatan akibat penyakit–penyakit maupun pencemaran kimiawi atu radiologis dari penggunaan jangka pendek.
Tolok ukur kunci ;
1) Disumber air yang tidak terdisinvektan (belum bebas kuman), kandungan bakteri dari pencemaran kotoran manusia tidak lebih dari 10 coliform per 100 mili liter
2) Hasil penelitian kebersihan menunjukkan bahawa resiko pencemaran semacam itu sangat rendah.
3) Untuk air yang disalurkan melalui pipa–pipa kepada penduduk yang jumlahnya lebih dari 10.000 orang, atau bagi semua pasokan air pada waktu ada resiko atau sudah ada kejadian perjangkitan penyakit diare, air harus didisinfektan lebih dahulu sebelum digunakan sehingga mencapai standar yang bias diterima (yakni residu klorin pada kran air 0,2–0,5 miligram perliter dan kejenuhan dibawah 5 NTU)
4) Konduksi tidak lebih dari 2000 jS / cm dan airnya biasa diminum
5) Tidak terdapat dampak negatif yang signifikan terhadap kesehatan pengguna air, akibat pencemaran kimiawi atau radiologis dari pemakaian jangka pendek, atau dari pemakain air dari sumbernya dalam jangka waktu yang telah direncanakan, menurut penelitian yang juga meliputi penelitian tentang kadar endapan bahan–bahan kimiawi yang digunakan untuk mengetes air itu sendiri. Sedangkan menurut penilaian situasi nampak tidak ada peluang yang cukup besar untuk terjadinya masalah kesehatan akibat konsumsi air itu.
C. Prasarana dan Perlengkapan
Tolok ukur kunci :
1) Setiap keluarga mempunyai dua alat pengambil air yang berkapasitas 10–20 liter, dan tempat penyimpan air berkapasitas 20 liter. Alat–alat ini sebaiknya berbentuk wadah yang berleher sempit dan/bertutup
2) Setiap orang mendapat sabun ukuran 250 gram per bulan.
3) Bila kamar mandi umum harus disediakan, maka prasarana ini harus cukup banyak untuk semua orang yang mandi secara teratur setiap hari pada jam– jam tertentu. Pisahkan petak–petak untuk perempuan dari yang untuk laki– laki. Bila harus ada prasarana pencucian pakaian dan peralatan rumah tangga untuk umum, satu bak air paling banyak dipakai oleh 100 orang.
D. Pembuangan Kotoran Manusia
Jumlah Jamban dan Akses Masyarakat korban bencana harus memiliki jumlah jamban yang cukup dan jaraknya tidak jauh dari pemukiman mereka, supaya bisa diakses secara mudah dan cepat kapan saja diperlukan, siang ataupun malam.
Tolok ukur kunci :
1) Tiap jamban digunakan paling banyak 20 orang
2) Penggunaan jamban diatur perumah tangga dan/menurut pembedaan jenis kelamin (misalnya jamban persekian KK atau jamban laki–laki dan jamban permpuan)
3) Jarak jamban tidak lebih dari 50 meter dari pemukiman (rumah atau barak di kamp pengungsian). Atau bila dihitung dalam jam perjalanan ke jamban hanya memakan waktu tidak lebih dari 1 menit saja dengan berjalan kaki.
4) Jamban umum tersedia di tempat–tempat seperti pasar, titik–titik pembagian sembako, pusat – pusat layanan kesehatan dsb.
5) Letak jamban dan penampung kotoran harus sekurang–kurangnya berjarak 30 meter dari sumber air bawah tanah. Dasar penampung kotoran sedikitnya 1,5 meter di atas air tanah. Pembuangan limbah cair dari jamban tidak merembes ke sumber air mana pun, baik sumur maupun mata air, suangai, dan sebagainya
6) 1 (satu) Latrin/jaga untuk 6–10 orang
E. Pengelolaan Limbah Padat
Pengumpulan dan Pembuangan Limbah Padat Masyarakat harus memiliki lingkungan yang cukup bebas dari pencemaran akibat limbah padat, termasuk limbah medis.
1) Sampah rumah tangga dibuang dari pemukiman atau dikubur di sana sebelum sempat menimbulkan ancaman bagi kesehatan.
2) Tidak terdapat limbah medis yang tercemar atau berbahaya (jarum suntik bekas pakai, perban–perban kotor, obat–obatan kadaluarsa,dsb) di daerah pemukiman atau tempat–tempat umum.
3) Dalam batas–batas lokasi setiap pusat pelayanan kesehatan, terdapat tempat pembakaran limbah padat yang dirancang, dibangun, dan dioperasikan secara benar dan aman, dengan lubang abu yang dalam.
4) Terdapat lubang–lubang sampah, keranjang/tong sampah, atau tempat– tempat khusus untukmembuang sampah di pasar–pasar dan pejagalan, dengan system pengumpulan sampah secara harian.
5) Tempat pembuangan akhir untuk sampah padat berada dilokasi tertentu sedemikian rupa sehingga problema–problema kesehatan dan lingkungan hidup dapat terhindarkan.
6) 2 ( dua ) drum sampah untu 80 – 100 orang Tempat/lubang Sampah Padat Masyarakat memiliki cara – cara untuk membuang limbah rumah tangga sehari– hari secara nyaman dan efektif.
Tolok ukur kunci :
1) Tidak ada satupun rumah/barak yang letaknya lebih dari 15 meter dari sebuah bak sampah atau lubang sampah keluarga, atau lebih dari 100 meter jaraknya dar lubang sampah umum.
2) Tersedia satu wadah sampah berkapasitas 100 liter per 10 keluarga bila limbah rumah tangga sehari–hari tidak dikubur ditempat.
F. Pengelolaan Limbah Cair (pengeringan)
Sistem pengeringan
Masyarakat memiliki lingkungan hidup sehari–hari yang cukup bebas dari risiko pengikisan tanah dan genangan air, termasuk air hujan, air luapan dari sumber– sumber, limbah cair rumah tangga, dan limbah cair dari prasarana–prasarana medis. Hal–hal berikut dapat dipakai sebagai ukuran untuk melihat keberhasilan pengelolaan limbah cair :
1) Tidak terdapat air yang menggenang disekitar titik–titik pengambilan/sumber air untuk keperluan sehari–hari, didalam maupun di sekitar tempat pemukiman.
2) Air hujan dan luapan air/banjir langsung mengalir malalui saluran pembuangan air.
3) Tempat tinggal, jalan – jalan setapak, serta prasana – prasana pengadaan air dan sanitasi tidak tergenang air, juga tidak terkikis oleh air.
Dari beberapa parameter di atas selanjutnya dilakukan survei baik secara manual maupun elektronik (menggunakan GIS dan atau semacamnya). Kemudian dari data yang diperoleh dilakukan analisa data dan kemudian diklasisfikasikan menjadi beberapa kelas:
A= Sehat Sekali
B= Sehat
C= Cukup Sehat
D= Kurang Sehat
E=Sangat Tidak Sehat
Dari hasil klasisfikasi selanjutnya bisa ditentukan langkah-langkah atau kebijakan-kebijakan yang akan ditempuh guna mengamankan dan meningkatkan status kesehatan masyarakat.
Oleh: Pendi Setyawan*
Sumber daya alam dan lingkungan hidup merupakan 2 sumber yang penting bagi keberlangsungan kehidupan umat manusia dan makhluk hidup lainnya. Sumber daya alam dan lingkungan ibarat mata uang koin yang satu sama lainnya saling berhubungan erat dan tidak dapat dipisahkan. Sumberdaya alam dan lingkungan sebagai faktor utama penunjang kehidupan manusia yang menyediakan seluruh kebutuhan manusia mulai dari kebutuhan utama seperti sandang, pangan dan papan sampai kebutuhan yang sifatnya hanya sebagai penudukung aktifitas manusia misalnya perlindungan dari bencana serta pengendali lingkungan terhadap penyakit.
Dalam Ketentuan Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 1982 Tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup, lingkungan hidup didefinisikan sebagai kesatuan ruang dengan semua benda, daya dan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Manusia sebagai makhluk sosial dalam perkembangannya memerlukan orang lain dalam kehidupannya, sebagai salah satu kebutuhan maka manusia berkumpul dengan manusia yang lain membentuk suatu kelompok dan mendirikan pemukiman. Pemukiman terdiri atas beberapa unsur diantaranya yaitu unsur tempat dan kependudukan.
Kependudukan dan lingkungan hidup merupakan ekosistem yang saling berinteraksi dan tergantung satu sama lain. Keseimbangan antara jumlah penduduk dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan merupakan prasyarat terwujudnya kondisi kehidupan manusia yang berkualitas. Masalah besar tentang kependudukan di Indonesia ialah laju pertumbuhan penduduk yang tinggi tanpa disertai dengan upaya peningkatan daya dukung lingkungan untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraannya. Perkembangan jumlah penduduk yang tinggi ini telah menyebabkan meningkatnya kebutuhan manusia akan lahan sebagai tempat tinggalnya serta faktor pendukung kehidupan mereka (udara, air dll).
Hasil proyeksi menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia selama dua puluh lima tahun mendatang terus meningkat yaitu dari 205,1 juta pada tahun 2000 menjadi 273,2 juta pada tahun 2025 . Dalam dekade 1990-2000, penduduk Indonesia bertambah dengan kecepatan 1,49 persen per tahun, kemudian antara periode 2000-2005 dan 2020-2025 turun menjadi 1,34 persen dan 0,92 persen per tahun (BPS,2010). Dari data di atas dapat dipastikan bahwa dari tahun ketahun kebutuhan manusia akan lahan untuk pemukiman semakin tinggi hal ini seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia. Karena papan (tempat tinggal) menjadi salah satu kebutuhan primer manusia selain sandang dan pangan. Di sisi lain pertumbuhan sector industry dan pertambanagan dari tahun ke tahun yang terus mengalami peningkatan dapat memperparah perusakan lingkungan dan penurunan daya dukung lahan terhadap kesehatan masyarakat.
Ketidak pastian keberadaan lahan serta kemampuannya dalam mendukung kesehatan masyarakat di masa yang akan datang dapat diantisipasi dengan perumusan kebijaksanaan yang bersifat umum yang berisi prakiraan mengenai sistem, bekerjanya faktor-faktor lingkungan hidup dalam konteks lingkungan makro. Sebagai salah satu upaya dalam mengantisipasi pengaruh perkembangan pemukiman terhadap daya dukung lahan dan kesehatan masyarakat. Maka sudah selayaknya diadakan survei dan analisa sedari dini mengenai tingkat daya dukung lahan di tiap-tiap daerah sehingga akan diperoleh peta-peta daya dukung lahan, yang selanjutnya peta-peta ini bisa dijadikan sebagai dasar pengembangan kawasan pemukiman ataupun kebijakan yang terkait dengan daya dukung lahan terhadap kesehatan masyarakat..
Daya dukung lahan nampaknya menjadi masalah yang amat serius baik sekarang maupun masa yang akan datang, karena kemampuan lahan dalam mendukung aktifitas manusia akan sangat berpengaruh terhadap kegiatan manusia itu sendiri serta juga berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia yang terbentuk. Daya dukung lingkungan mengandung dua komponen utama, yaitu ketersediaan potensi sumberdaya alam dan daya tampung lingkungan. Aspek sumberdaya alam meliputi unsur lingkungan hidup yang terdiri dari sumberdaya hayati maupun non hayati, sumberdaya buatan, dan sumberdaya manusia; sedangkan daya tampung lingkungan hidup merupakan kemampuan lingkungan untuk menyerap zat, energi, dan komponen lain yang masuk atau dimasukkan ke dalamnya (Wijaya; 58: 2003).
Aspek fisik alam yang merupakan faktor pembatas bagi perkembangan ruang kota pulau tersebut adalah ketersediaan lahan dan sumberdaya air. Hal ini disebabkan keadaan kedua sumberdaya tersebut bersifat tetap, artinya tidak dapat dipindahkan. Selain itu, secara alamiah kuantitasnya tetap namun keadaan dan sifat kualitasnya akan berbeda dari waktu ke waktu, sehingga dapat membatasi pemakaian dan manfaat yang diberikan. Oleh karena itu, ketersediaan lahan dan sumberdaya air ini akan menentukkan sebaran dan besaran luas daya tampung ruang untuk pemanfaatan ruang pada kota pulau tersebut (setiawan, 2004).
Berikut beberapa parameter yang bisa digunakan dalam rangka evaluasi serta peningkatan daya dukung lahan terhadap kesehatan masyarakat (Departemen Kesehatan, 2001).
Pengadaan Air.
Semua orang didunia memerlukan air untuk minum, memasak dan menjaga kebersihan pribadi. Dalam situasi bencana mungkin saja air untuk keperluan minumpun tidak cukup, dan dalam hal ini pengadaan air yang layak dikunsumsi menjadi paling mendesak. Namun biasanya problema–problema kesehatan yang berkaitan dengan air muncul akibat kurangnya persediaan dan akibat kondisi air yang sudah tercemar sampai tingkat tertentu.
Tolok ukur kunci
1) Persediaan air harus cukup untuk memberi sedikit–dikitnya 15 liter per orang per hari
2) Volume aliran air ditiap sumber sedikitnya 0,125 liter perdetik.
3) Jarak pemukiman terjauh dari sumber air tidak lebih dari 500 meter
4) 1 (satu) kran air untuk 80 – 100 orang
B. Kualitas air
Air di sumber–sumber harus layak diminum dan cukup volumenya untuk keperluan keperluan dasar (minum, memasak, menjaga kebersihan pribadi dan rumah tangga) tanpa menyebabakan timbulnya risiko–risiko besar terhadap kesehatan akibat penyakit–penyakit maupun pencemaran kimiawi atu radiologis dari penggunaan jangka pendek.
Tolok ukur kunci ;
1) Disumber air yang tidak terdisinvektan (belum bebas kuman), kandungan bakteri dari pencemaran kotoran manusia tidak lebih dari 10 coliform per 100 mili liter
2) Hasil penelitian kebersihan menunjukkan bahawa resiko pencemaran semacam itu sangat rendah.
3) Untuk air yang disalurkan melalui pipa–pipa kepada penduduk yang jumlahnya lebih dari 10.000 orang, atau bagi semua pasokan air pada waktu ada resiko atau sudah ada kejadian perjangkitan penyakit diare, air harus didisinfektan lebih dahulu sebelum digunakan sehingga mencapai standar yang bias diterima (yakni residu klorin pada kran air 0,2–0,5 miligram perliter dan kejenuhan dibawah 5 NTU)
4) Konduksi tidak lebih dari 2000 jS / cm dan airnya biasa diminum
5) Tidak terdapat dampak negatif yang signifikan terhadap kesehatan pengguna air, akibat pencemaran kimiawi atau radiologis dari pemakaian jangka pendek, atau dari pemakain air dari sumbernya dalam jangka waktu yang telah direncanakan, menurut penelitian yang juga meliputi penelitian tentang kadar endapan bahan–bahan kimiawi yang digunakan untuk mengetes air itu sendiri. Sedangkan menurut penilaian situasi nampak tidak ada peluang yang cukup besar untuk terjadinya masalah kesehatan akibat konsumsi air itu.
C. Prasarana dan Perlengkapan
Tolok ukur kunci :
1) Setiap keluarga mempunyai dua alat pengambil air yang berkapasitas 10–20 liter, dan tempat penyimpan air berkapasitas 20 liter. Alat–alat ini sebaiknya berbentuk wadah yang berleher sempit dan/bertutup
2) Setiap orang mendapat sabun ukuran 250 gram per bulan.
3) Bila kamar mandi umum harus disediakan, maka prasarana ini harus cukup banyak untuk semua orang yang mandi secara teratur setiap hari pada jam– jam tertentu. Pisahkan petak–petak untuk perempuan dari yang untuk laki– laki. Bila harus ada prasarana pencucian pakaian dan peralatan rumah tangga untuk umum, satu bak air paling banyak dipakai oleh 100 orang.
D. Pembuangan Kotoran Manusia
Jumlah Jamban dan Akses Masyarakat korban bencana harus memiliki jumlah jamban yang cukup dan jaraknya tidak jauh dari pemukiman mereka, supaya bisa diakses secara mudah dan cepat kapan saja diperlukan, siang ataupun malam.
Tolok ukur kunci :
1) Tiap jamban digunakan paling banyak 20 orang
2) Penggunaan jamban diatur perumah tangga dan/menurut pembedaan jenis kelamin (misalnya jamban persekian KK atau jamban laki–laki dan jamban permpuan)
3) Jarak jamban tidak lebih dari 50 meter dari pemukiman (rumah atau barak di kamp pengungsian). Atau bila dihitung dalam jam perjalanan ke jamban hanya memakan waktu tidak lebih dari 1 menit saja dengan berjalan kaki.
4) Jamban umum tersedia di tempat–tempat seperti pasar, titik–titik pembagian sembako, pusat – pusat layanan kesehatan dsb.
5) Letak jamban dan penampung kotoran harus sekurang–kurangnya berjarak 30 meter dari sumber air bawah tanah. Dasar penampung kotoran sedikitnya 1,5 meter di atas air tanah. Pembuangan limbah cair dari jamban tidak merembes ke sumber air mana pun, baik sumur maupun mata air, suangai, dan sebagainya
6) 1 (satu) Latrin/jaga untuk 6–10 orang
E. Pengelolaan Limbah Padat
Pengumpulan dan Pembuangan Limbah Padat Masyarakat harus memiliki lingkungan yang cukup bebas dari pencemaran akibat limbah padat, termasuk limbah medis.
1) Sampah rumah tangga dibuang dari pemukiman atau dikubur di sana sebelum sempat menimbulkan ancaman bagi kesehatan.
2) Tidak terdapat limbah medis yang tercemar atau berbahaya (jarum suntik bekas pakai, perban–perban kotor, obat–obatan kadaluarsa,dsb) di daerah pemukiman atau tempat–tempat umum.
3) Dalam batas–batas lokasi setiap pusat pelayanan kesehatan, terdapat tempat pembakaran limbah padat yang dirancang, dibangun, dan dioperasikan secara benar dan aman, dengan lubang abu yang dalam.
4) Terdapat lubang–lubang sampah, keranjang/tong sampah, atau tempat– tempat khusus untukmembuang sampah di pasar–pasar dan pejagalan, dengan system pengumpulan sampah secara harian.
5) Tempat pembuangan akhir untuk sampah padat berada dilokasi tertentu sedemikian rupa sehingga problema–problema kesehatan dan lingkungan hidup dapat terhindarkan.
6) 2 ( dua ) drum sampah untu 80 – 100 orang Tempat/lubang Sampah Padat Masyarakat memiliki cara – cara untuk membuang limbah rumah tangga sehari– hari secara nyaman dan efektif.
Tolok ukur kunci :
1) Tidak ada satupun rumah/barak yang letaknya lebih dari 15 meter dari sebuah bak sampah atau lubang sampah keluarga, atau lebih dari 100 meter jaraknya dar lubang sampah umum.
2) Tersedia satu wadah sampah berkapasitas 100 liter per 10 keluarga bila limbah rumah tangga sehari–hari tidak dikubur ditempat.
F. Pengelolaan Limbah Cair (pengeringan)
Sistem pengeringan
Masyarakat memiliki lingkungan hidup sehari–hari yang cukup bebas dari risiko pengikisan tanah dan genangan air, termasuk air hujan, air luapan dari sumber– sumber, limbah cair rumah tangga, dan limbah cair dari prasarana–prasarana medis. Hal–hal berikut dapat dipakai sebagai ukuran untuk melihat keberhasilan pengelolaan limbah cair :
1) Tidak terdapat air yang menggenang disekitar titik–titik pengambilan/sumber air untuk keperluan sehari–hari, didalam maupun di sekitar tempat pemukiman.
2) Air hujan dan luapan air/banjir langsung mengalir malalui saluran pembuangan air.
3) Tempat tinggal, jalan – jalan setapak, serta prasana – prasana pengadaan air dan sanitasi tidak tergenang air, juga tidak terkikis oleh air.
Dari beberapa parameter di atas selanjutnya dilakukan survei baik secara manual maupun elektronik (menggunakan GIS dan atau semacamnya). Kemudian dari data yang diperoleh dilakukan analisa data dan kemudian diklasisfikasikan menjadi beberapa kelas:
A= Sehat Sekali
B= Sehat
C= Cukup Sehat
D= Kurang Sehat
E=Sangat Tidak Sehat
Dari hasil klasisfikasi selanjutnya bisa ditentukan langkah-langkah atau kebijakan-kebijakan yang akan ditempuh guna mengamankan dan meningkatkan status kesehatan masyarakat.
Selasa, 20 April 2010
Keutamaan Dzikir dan Bacaannya

Sangat banyak ayat ataupun hadits yang menerangkan keutamaan berdzikir kepada Allah. Bahkan Allah dan Rasul-Nya telah memerintahkan dan menganjurkan kepada kita agar senantiasa berdzikir dan mengingat-Nya (lihat edisi 29/III tentang dzikir-dzikir setelah shalat wajib). Jangan sampai harta, anak-anak ataupun kegiatan duniawi melalaikan kita dari berdzikir kepada Allah.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلاَ أَوْلاَدُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-harta kalian dan anak-anak kalian melalaikan kalian dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi." (Al-Munaafiquun:9)
Di antara dzikir-dzikir yang disunnahkan untuk dibaca dan diamalkan adalah dzikir pagi dan sore. Dzikir pagi dilakukan setelah shalat shubuh sampai terbit matahari atau sampai matahari meninggi saat waktu dhuha, kira-kira jam tujuh atau jam delapan. Adapun dzikir sore dilakukan setelah shalat 'ashar sampai terbenam matahari atau sampai menjelang waktu 'isya.
Banyak sekali keutamaan dzikir pagi dan sore sebagaimana yang dijelaskan di dalam hadits-hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Adapun bacaannya dan penjelasan tentang keutamaannya adalah sebagai berikut:
1. Membaca:
الْحَمْدُ لِلَّهِ وَحْدَهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مَنْ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ
Dibaca sekali ketika pagi dan sore. Dari Anas yang dia memarfu'kannya (sampai kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam), "Sungguh aku duduk bersama suatu kaum yang berdzikir kepada Allah setelah shalat shubuh sampai terbitnya matahari lebih aku sukai daripada membebaskan/memerdekakan empat orang dari keturunan Nabi Isma'il (bangsa 'Arab). Dan sungguh aku duduk bersama suatu kaum yang berdzikir kepada Allah setelah shalat 'ashar sampai terbenamnya matahari lebih aku sukai daripada membebaskan empat orang (budak)." (HR. Abu Dawud no.3667 dan dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albaniy dalam Shahih Abu Dawud 2/698)
2. Membaca ayat kursi (Al-Baqarah:255)
Dibaca sekali ketika pagi dan sore. "Barangsiapa membacanya di pagi hari maka akan dilindungi dari (gangguan) jin sampai sore, dan barangsiapa yang membacanya di sore hari maka akan dilindungi dari gangguan mereka (jin)." (HR. Al-Hakim 1/562 dan dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albaniy dalam Shahih At-Targhiib wat Tarhiib 1/273)
3. Membaca surat Al-Ikhlaash, Al-Falaq dan An-Naas.
Dibaca 3x ketika pagi dan sore. "Barangsiapa yang membacanya tiga kali ketika pagi dan ketika sore maka dia akan dicukupi dari segala sesuatu." (HR. Abu Dawud 4/322, At-Tirmidziy 5/567, lihat Shahih At-Tirmidziy 3/182)
4. Membaca:
أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ
Jika sore hari membaca:
أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ ... رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا ...
Dibaca sekali. (HR. Muslim 4/2088 no.2723 dari 'Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu)
5. Membaca:
اللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ
Jika sore hari membaca:
اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ
Dibaca sekali. (HR. At-Tirmidziy 5/466, lihat Shahih At-Tirmidziy 3/142)
6. Membaca:
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
Dibaca sekali ketika pagi dan sore. "Barangsiapa yang mengucapkannya dalam keadaan yakin dengannya ketika sore hari lalu meninggal di malam harinya, niscaya dia akan masuk surga. Dan demikian juga apabila di pagi hari." (HR. Al-Bukhariy 7/150)
7. Membaca:
اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ. اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
Dibaca 3x ketika pagi dan sore. (HR. Abu Dawud 4/324, Ahmad 5/42, An-Nasa`iy di dalam 'Amalul Yaum wal Lailah no.22 dan Ibnus Sunniy no.69, serta Al-Bukhariy di dalam Al-Adabul Mufrad dan dihasankan sanadnya oleh Asy-Syaikh Ibnu Baz di dalam Tuhfatul Akhyaar hal.26)
8. Membaca:
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إِنَّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِيْ دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِيْ، وَآمِنْ رَوْعَاتِيْ، اللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ، وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ
Dibaca sekali ketika pagi dan sore. (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah, lihat Shahih Ibnu Majah 2/332)
9. Membaca:
اللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا، أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ
Dibaca sekali ketika pagi dan sore. (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidziy, lihat Shahih At-Tirmidziy 3/142)
10. Membaca:
بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Dibaca 3x ketika pagi dan sore. "Barangsiapa yang mengucapkannya tiga kali ketika pagi dan tiga kali ketika sore, tidak akan membahayakannya sesuatu apapun." (HR. Abu Dawud 4/323, At-Tirmidziy 5/465, Ibnu Majah dan Ahmad, lihat Shahih Ibnu Majah 2/332)
11. Membaca:
رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا
Dibaca 3x ketika pagi dan sore. "Barangsiapa yang mengucapkannya tiga kali ketika pagi dan ketika sore maka ada hak atas Allah untuk meridhainya pada hari kiamat."
Boleh juga membaca:
... وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا وَرَسُوْلاً
(HR. Ahmad 4/337, An-Nasa`iy di dalam 'Amalul Yaum wal Lailah no.4 dan Ibnus Sunniy no.68, Abu Dawud 4/418, At-Tirmidziy 5/465 dan dihasankan oleh Asy-Syaikh Ibnu Baz di dalam Tuhfatul Akhyaar hal.39)
12. Membaca:
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ
Dibaca sekali ketika pagi dan sore. (HR. Al-Hakim dan beliau menshahihkannya serta disepakati oleh Adz-Dzahabiy 1/545, lihat Shahih At-Targhiib wat Tarhiib 1/273)
13. Membaca:
أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ الإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ الإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
Jika sore hari membaca:
أَمْسَيْنَا عَلَى فِطْرَةِ الإِسْلاَمِ ...
Dibaca sekali. (HR. Ahmad 3/406, 407, Ibnus Sunniy di dalam 'Amalul Yaum wal Lailah no.34, lihat Shahiihul Jaami' 4/209)
14. Membaca:
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ
Dibaca 100x ketika pagi dan sore. "Barangsiapa yang membacanya seratus kali ketika pagi dan sore maka tidak ada seorang pun yang datang pada hari kiamat yang lebih utama daripada apa yang dia bawa kecuali seseorang yang membaca seperti apa yang dia baca atau yang lebih banyak lagi." (HR. Muslim 4/2071)
15. Membaca:
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Dibaca 10x. (HR. An-Nasa`iy di dalam 'Amalul Yaum wal Lailah no.24, lihat Shahih At-Targhiib wat Tarhiib 1/272)
Atau dibaca sekali ketika malas/sedang tidak bersemangat. (HR. Abu Dawud 4/319, Ibnu Majah, Ahmad 4/60, lihat Shahih Abu Dawud 3/957 dan Shahih Ibnu Majah 2/331)
16. Membaca:
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Dibaca 100x ketika pagi. "Barangsiapa yang membacanya seratus kali dalam sehari maka (pahalanya) seperti membebaskan sepuluh budak, ditulis untuknya seratus kebaikan, dihapus darinya seratus kesalahan, dan dia akan mendapat perlindungan dari (godaan) syaithan pada hari itu sampai sore, dan tidak ada seorang pun yang lebih utama daripada apa yang dia bawa kecuali seseorang yang mengamalkan lebih banyak dari itu." (HR. Al-Bukhariy 4/95 dan Muslim 4/2071)
17. Membaca:
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ
Dibaca 3x ketika pagi. (HR. Muslim 4/2090)
18. Membaca:
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
Dibaca sekali ketika pagi. (HR. Ibnus Sunniy di dalam 'Amalul Yaum wal Lailah no.54, Ibnu Majah no.925 dan dihasankan sanadnya oleh 'Abdul Qadir dan Syu'aib Al-Arna`uth di dalam tahqiq Zaadul Ma'aad 2/375)
19. Membaca:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Dibaca 100x dalam sehari. (HR. Al-Bukhariy bersama Fathul Baari 11/101 dan Muslim 4/2075)
20. Membaca:
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
Dibaca 3x ketika sore. "Barangsiapa yang mengucapkannya ketika sore tiga kali maka tidak akan membahayakannya panasnya malam itu." (HR. Ahmad 2/290, lihat Shahih At-Tirmidziy 3/187 dan Shahih Ibnu Majah 2/266)
21. Membaca:
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ
Dibaca 10x ketika pagi dan sore. "Barangsiapa yang membaca shalawat kepadaku ketika pagi sepuluh kali dan ketika sore sepuluh kali maka dia akan mendapatkan syafa'atku pada hari kiamat." (HR. Ath-Thabraniy dengan dua sanad, salah satu sanadnya jayyid, lihat Majma'uz Zawaa`id 10/120 dan Shahih At-Targhiib wat Tarhiib 1/273)
Inilah di antara dzikir-dzikir yang disunnahkan dibaca ketika pagi dan sore. Ada juga bacaan yang lainnya akan tetapi kebanyakan sanadnya dha'if sebagaimana yang dijelaskan oleh Asy-Syaikh Al-Albaniy dan Asy-Syaikh Salim Al-Hilaliy. Walaupun tidak menutup kemungkinan sebagiannya ada yang shahih.
Lafazh-lafazh dzikir ini belum diterjemahkan mengingat terbatasnya tempat. Bagi yang ingin melihat terjemahan dan keterangannya bisa dilihat dalam "Perisai Seorang Muslim: Doa dan Dzikir dari Al-Qur`an dan As-Sunnah".
Keutamaan Shalat Isyraaq
Dengan membaca dzikir-dzikir tersebut kita bisa mengamalkan sunnah yang lainnya yaitu shalat isyraaq (shalat ketika telah terbitnya matahari sekitar 15-20 menit). Hal ini dijelaskan dalam hadits Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى الْفَجْرَ فِيْ جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللهَ تَعَالَى حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ، كَانَتْ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ، تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ
"Barangsiapa yang shalat shubuh dengan berjama'ah kemudian dia berdzikir kepada Allah Ta'ala sampai terbitnya matahari lalu dia shalat dua raka'at, maka pahalanya seperti pahala berhaji dan 'umrah, sempurna, sempurna, sempurna." (HR. At-Tirmidziy no.591 dan dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albaniy di dalam Shahih Sunan At-Tirmidziy no.480, Al-Misykat no.971 dan Shahih At-Targhiib no.468, lihat juga Shahih Kitab Al-Adzkaar 1/213 karya Asy-Syaikh Salim Al-Hilaliy)
Betapa besarnya keutamaan amalan tersebut! Selayaknya bagi kita untuk melaksanakannya semaksimal mungkin. Jangan sampai terlewat pahala yang begitu besar ini. Jangan sampai waktu kita terbuang untuk ngobrol kesana kemari yang sifatnya mubah sehingga hilanglah kesempatan mendapatkan pahala yang besar ini. Konsentrasikanlah setelah shalat shubuh dengan dzikir. Dzikir setelah shalat subuh dilanjutkan dengan dzikir pagi sampai selesai. Kemudian membaca Al-Qur`an atau muraja'ah hafalan sampai terbit matahari sekitar 15-20 menit. Setelah itu kita shalat dua raka'at yang diistilahkan dengan shalat isyraaq (jangan shalat ketika tepat matahari terbit, karena hal ini dilarang di dalam syari'at).
Janganlah waktu ini disibukkkan dengan urusan lain yang kurang penting. Kecuali amalan lain yang mempunyai keutamaan yang besar seperti ta'lim atau urusan lainnya yang sifatnya sangat urgen dan mendesak. Mudahan-mudahan kita mendapatkan pahala yang besar ini sebagaimana yang disebutkan di dalam hadits tersebut. Aamiin. Wallaahu A'lam.
Maraaji': Hishnul Muslim karya Asy-Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf Al-Qahthaniy, Shahih Kitab Al-Adzkar wa Dha'ifuhu, Syarh Riyadhush Shalihin bab Adz-Dzikr 'indash Shabah wal Masa`, dan Al-Kalimuth Thayyib karya Ibnu Taimiyah.
-18 januari 2006
Sumber :
http://fdawj.co.nr/, dalam :
http://www.darussalaf.or.id/stories.php?id=100
5 September 2009
Kamis, 04 Maret 2010
Kekuatan Berpikir

Dalam Posting kali ini saya akan sedikit berbagi kepada anda mengenai Seberapa Besar pengaruh pikiran anda dalam meraih kesuksesan. cukup menarik bukan?? Sekarang, saya minta anda untuk melupakan semua tugas-tugas yang belum anda kerjakan, Kelelahan anda bekerja, kesedihan anda karena ditinggal sang pacar, kegembiraan anda yang terlalu berlebihan akan sesuatu hal, Kelesuan karena anda memikirkan tagihan kartu kredit anda yang membengkak. Mengapa saya meminta anda untuk melupakan hal itu? Karena saya menginginkan anda untuk dapat membaca secara seksama dan santai tulisan ini, agar apa yang saya sampaikan disini dapat bermanfaat bagi anda. Dalam tulisan ini saya lebih menekankan pada bagaimana pikiran anda dapat membantu anda meraih kesuksesan dalam hal apapun. Saya tidak akan menjelaskan teori-teori orang-orang terkenal. Namun saya akan mencoba memberikan sebuah cerita singkat yang ringan... Begini ceritanya... Suatu ketika seorang petinju kelas bulu mengalami kondisi yang sangat lemas sebelum melakukan pertandingan. Sehingga membuatnya mendatangi dokter pribadinya untuk meminta suntikan dopping. Berikut percakap singkatnya: Temon berkata pada dokter pribadinya, “Dokter, badan saya sangat lemas. Bagaimana saya bisa bertanding kalau seprti ini dok? Saya mohon sekali dokter mau memberi saya suntikan doping.” Lalu dokter menjawab, “Baiklah saya akan memberi kamu suntikan tapi saya berharap hal ini tidak akan terulang lagi. Kamu tahu kan akibatna bisa fatal apabila kamu terbukti memakai doping?”. “Iya dok, saya juga sangat berharap hal ini tidak akan terulang lagi.” Kata Temon dengan sungguh-sungguh. Setelah dokter memberikan suntikan, Temon menjadi bersemangat. Temon pun akhirnya memenangkan pertandingan tinju tersebut. Tetapi setelah beberapa hari pihak penyelenggara melakukan tes tehadap Temon karena dianggap telah menggunakan dopping. Namun sangat mengherankan bagi Temon bahwa hasil tes tersebut adalah sebalikna. Temon dinyatakan bersih dari dopping. Temon heran mengapa dia bisa lolos dari tes tersebut. Akhirna Temon menceritakan hal tersebut ke dokter pribadinya. Temon: “Dokter saya diperiksa oleh pihak penyelenggara pertandingan karena saya dicurigai menggunakan dopping sebelum pertandingan. Tetapi saya heran dok, mengapa hasilna tidak terbukti kalau saya menggunakan dopping?” Dokter: “Kamu tau Mon, yang saya suntikkan ke tubuh kamu waktu itu bukanlah dopping melainkan hanya cairan vitamin biasa. Yang membuat kamu bersemangat dan memenangkan pertandingan adalah pikiranmu.
Pembelajaran Psikologi Mengatasi Masalah Dengan Berfikir Cerdik Dan Cerdas
Dalam posting kali ini saya akan berbagi cerita tentang pembelajaran psikologi dalam mengatasi masalah dengan berfikir hendaknya harus dengan cerdik dan cerdas. Sudah lama rasanya tidak menulis di sini, menimbulkan kerinduan di benak saya untuk kembali bercerita dengan Anda di dunia maya. Ada sebuah cerita yang kiranya menarik untuk berbagi dengan Anda. Semoga cerita ini bisa mamberikan manfaat dalam kehidupan saya dan anda sehari-hari. Di sebuah hutan belantara ada dua kubu binatang yang sedang berkompetisi. Kubu A terdiri dari seekor kancil dan seekor kelinci sedangkan kubu B teridi dari seekor kura-kura dan seekor semut. Kompetisi ini berupa lomba kecepatan untuk mencapai suatu titik yang telah ditentukan oleh kedua belah pihak, dimana pihak yang lebih cepat mencapai garis finish dialah yang akan memenangkan kompetisi tersebut.
Kompetisi dimulai, kubu A yang terdiri dari kancil dan kelinci langsung melaju dengan cepatnya dan kubu B yang terdiri dari kura-kura dan semut jauh tertinggal di belakang.
Kompetisi mulai seru ketika lintasan terhambat oleh sebuah sungai yang arusnya cukup deras. Kubu A yang lebih dulu sampai di sungai mulai panik. Kancil berkata pada kelinci “bagaimana ini aku tidak bisa berenang, kamu saja dulu yang menyeberang sungai ini”. Sedangkan kelinci berkata “tidak kancil aku takut, kamu saja yang berenang lebih dulu”. Perdebatan terus berlangsung hingga memancing tingkat emosional mereka. Hingga tanpa mereka sadari, lawan mereka, kura-kura dan semut berjalan dengan perlahan namun pasti mulai menyusul mereka. Ketika sampai di bibir sungai kura-kura berkata kepada semut “naiklah ke tempurungku, aku akan membawamu menyeberangi sungai ini”. Semut pun mematuhi perkataan kura-kura dan akhirnya mereka dapat menyeberangi sungai lalu melajutkan hingga ke garis finish terlebih dahulu sehingga memenangkan kompetisi tersebut.
Dari analogi di atas dapat ditarik kesimpulan, apabila menghadapi masalah jangan saling mengkambing hitamkan. Berfikirlah dengan tenang. Ingatlah bahwa masalah pasti akan terselesaikan jika kita berfikir cerdik dan cerdas
sumber:masbow.com
Kompetisi dimulai, kubu A yang terdiri dari kancil dan kelinci langsung melaju dengan cepatnya dan kubu B yang terdiri dari kura-kura dan semut jauh tertinggal di belakang.
Kompetisi mulai seru ketika lintasan terhambat oleh sebuah sungai yang arusnya cukup deras. Kubu A yang lebih dulu sampai di sungai mulai panik. Kancil berkata pada kelinci “bagaimana ini aku tidak bisa berenang, kamu saja dulu yang menyeberang sungai ini”. Sedangkan kelinci berkata “tidak kancil aku takut, kamu saja yang berenang lebih dulu”. Perdebatan terus berlangsung hingga memancing tingkat emosional mereka. Hingga tanpa mereka sadari, lawan mereka, kura-kura dan semut berjalan dengan perlahan namun pasti mulai menyusul mereka. Ketika sampai di bibir sungai kura-kura berkata kepada semut “naiklah ke tempurungku, aku akan membawamu menyeberangi sungai ini”. Semut pun mematuhi perkataan kura-kura dan akhirnya mereka dapat menyeberangi sungai lalu melajutkan hingga ke garis finish terlebih dahulu sehingga memenangkan kompetisi tersebut.
Dari analogi di atas dapat ditarik kesimpulan, apabila menghadapi masalah jangan saling mengkambing hitamkan. Berfikirlah dengan tenang. Ingatlah bahwa masalah pasti akan terselesaikan jika kita berfikir cerdik dan cerdas
sumber:masbow.com
Kajian Psikologi Curhat
Curhat masalah pribadi merupakan kebutuhan psikologis manusia. Sebagai makhluk sosial, manusia memiliki keinginan untuk didengarkan, dihargai, diperhatikan, dan disayangi. Curhat sebenarnya penting untuk dilakukan oleh siapapun, bila jika kita mempunyai masalah ataupun saat kita merasa bahagia.
Saat kita memiliki masalah hendaknya berbagilah dengan orang lain, karena secara psikologis hal tersebut dapat mengurangi beban pikiran kita sehingga kita dapat lebih merasa rileks. Sama halnya ketika kita merasa bahagia, curhat juga penting dilakukan karena euphoria yang berlebihan sama tidak baiknya dengan memendam masalah. Kebahagiaan akan lebih indah jika kita bisa berbagi kebahagiaan itu dengan orang lain.
Berbagi masalah itu penting dilakukan karena beban masalah yang menumpuk dan berlarut-larut akan sangat mengganggu kondisi psikologis manusia dan bisa berakibat pada stress. Bahkan leebih jauh lagi, dapat menyebabkan depresi.
Namun perlu diingat, dalam berbagi kita perlu memperhatikan siapa orang yang kita ajak berbagi. Hendaknya orang tersebut bisa menjaga rahasia kita, karena mungkin kita ingin masalah itu tidak diketahui oleh orang lain. Lalu curhatlah mengenai masalah-masalah yang dianggap penting karena kita belum menemukan jalan keluarnya. Selain itu curhatlah mengenai masalah yang dihadapi dengan orang yang dianggap berpengalaman, karena akan sangat membantu dalam memberikan pandangan dan nasehat-nasehat bagi anda.
Orang-orang yang kita ajak curhat boleh saja memberikan opininya dan jalan keluar mengenai masalah yang kita hadapi tetapi keputusan mana yang harus diambil ada di tangan kita. Dengarkanlah dengan seksama orang yang Anda ajak berbagi, hargai setiap perkataannya. Satu Hal yang sangat penting dalam menghadapi masalah: Selesaikan masalah sebelum masalah lain timbul. Budayakan Curhat sebelum dilarang. ok!!!
sumber: masbow.com
Saat kita memiliki masalah hendaknya berbagilah dengan orang lain, karena secara psikologis hal tersebut dapat mengurangi beban pikiran kita sehingga kita dapat lebih merasa rileks. Sama halnya ketika kita merasa bahagia, curhat juga penting dilakukan karena euphoria yang berlebihan sama tidak baiknya dengan memendam masalah. Kebahagiaan akan lebih indah jika kita bisa berbagi kebahagiaan itu dengan orang lain.
Berbagi masalah itu penting dilakukan karena beban masalah yang menumpuk dan berlarut-larut akan sangat mengganggu kondisi psikologis manusia dan bisa berakibat pada stress. Bahkan leebih jauh lagi, dapat menyebabkan depresi.
Namun perlu diingat, dalam berbagi kita perlu memperhatikan siapa orang yang kita ajak berbagi. Hendaknya orang tersebut bisa menjaga rahasia kita, karena mungkin kita ingin masalah itu tidak diketahui oleh orang lain. Lalu curhatlah mengenai masalah-masalah yang dianggap penting karena kita belum menemukan jalan keluarnya. Selain itu curhatlah mengenai masalah yang dihadapi dengan orang yang dianggap berpengalaman, karena akan sangat membantu dalam memberikan pandangan dan nasehat-nasehat bagi anda.
Orang-orang yang kita ajak curhat boleh saja memberikan opininya dan jalan keluar mengenai masalah yang kita hadapi tetapi keputusan mana yang harus diambil ada di tangan kita. Dengarkanlah dengan seksama orang yang Anda ajak berbagi, hargai setiap perkataannya. Satu Hal yang sangat penting dalam menghadapi masalah: Selesaikan masalah sebelum masalah lain timbul. Budayakan Curhat sebelum dilarang. ok!!!
sumber: masbow.com
Falsafah Jawa Sebagai Pembelajarn Berperilaku Dalam Hidup
Saya teringat sebuah falsafah Jawa yang sekiranya bisa menjadi pembelajaran terhadap perilaku kita selama hidup. Saya sudah lama mendengar falsafah ini namun entah dimana. Falsafah ini begitu terngiang-ngiang di benak saya karena maknanya yang begitu dalam. "Sak begja-begjane wong kang begjo, isih becik wong kang eling lan waspodo", seperti yang ditulis oleh Raden Mas Ronggowarsito.
Saya mencoba menyimpulkan makna yang terkandung di dalamnya yang mungkin bisa dijadikan pembelajaran hidup bagi saya dan juga Anda semua. Pembelajaran pertama kita sebagai manusia diharapkan untuk selalu ingat dengan Sang Pencipta saat kita masih dikaruniai kemampuan bernafas. Selalu sadar diri bahwa kita hidup bukan untuk di dunia saja tapi masih ada kehidupan yang kekal setelah ini. Kita harus selalu memiliki tujuan hidup yang tentunya membawa kebaikan dalam dalam hidup kita yang tentunya harus sejalan dengan jalan Sang Pencipta.
Pembelajaran yang kedua bahwa kita hendaknya selalu waspada dengan apa yang akan terjadi. Jadi bisa diartikan, selalu siapkanlah hati Anda untuk menghadapi apapun yang terjadi kepada Anda. Janganlah terlalu gembira apabila ada mendapat kebahagiaan, bukan berarti tidak boleh merasa senang tapi janganlah terlalu larut dalam kebahagiaan sehingga melupakan siapa diri Anda. Juga ketika Anda mendapat kesusahan, selalu siapkan mental Anda bahwa kehidupan tidak selalu dalam keadaan yang mapan. Terkadang Sang Pencipta memberi cobaan kepada kita, disitu kata waspada sangat berperan untuk pembelajaran sikap kita.
Masih banyak falsafah Jawa lain yang bisa menjadi pedoman hidup bagi kita semua dalam kehidupan sehari-hari.
sumber:Masbow.com
Saya mencoba menyimpulkan makna yang terkandung di dalamnya yang mungkin bisa dijadikan pembelajaran hidup bagi saya dan juga Anda semua. Pembelajaran pertama kita sebagai manusia diharapkan untuk selalu ingat dengan Sang Pencipta saat kita masih dikaruniai kemampuan bernafas. Selalu sadar diri bahwa kita hidup bukan untuk di dunia saja tapi masih ada kehidupan yang kekal setelah ini. Kita harus selalu memiliki tujuan hidup yang tentunya membawa kebaikan dalam dalam hidup kita yang tentunya harus sejalan dengan jalan Sang Pencipta.
Pembelajaran yang kedua bahwa kita hendaknya selalu waspada dengan apa yang akan terjadi. Jadi bisa diartikan, selalu siapkanlah hati Anda untuk menghadapi apapun yang terjadi kepada Anda. Janganlah terlalu gembira apabila ada mendapat kebahagiaan, bukan berarti tidak boleh merasa senang tapi janganlah terlalu larut dalam kebahagiaan sehingga melupakan siapa diri Anda. Juga ketika Anda mendapat kesusahan, selalu siapkan mental Anda bahwa kehidupan tidak selalu dalam keadaan yang mapan. Terkadang Sang Pencipta memberi cobaan kepada kita, disitu kata waspada sangat berperan untuk pembelajaran sikap kita.
Masih banyak falsafah Jawa lain yang bisa menjadi pedoman hidup bagi kita semua dalam kehidupan sehari-hari.
sumber:Masbow.com
Langganan:
Postingan (Atom)
