.

.

Selasa, 01 Desember 2009

Metode Sekolah Alam Islami Karya Pendi DKK

ABSTRAKSI
Salah satu yang menjadi amanah besar dalam undang-undang 1945 ialah mencerdaskan anak bangsa. Bahkan hal tersebut tertuang dalam pembukaan UUD 1945. Dalam rangka untuk mencapai tujuan tersebut pemerintah terus berupaya keras untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Sebuah fenomena yang sudah tidak asing terjadi dalam dunia pendidikan, mengisyaratkan bahwa telah terjadi degradasi moral, tayangan Televisi, kupasan media cetak, berita di dalam internet marak dengan berita-berita tentang sikap-sikap negatif, seperti tidak menghargai, dan menghormati kepada para guru-guru, bahkan sampai terjadi perkelaian, tawuran, pelecehan, pemerkosaan dan juga pembunuhan yang dilakukan oleh peserta didik di jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) di berbagai kota besar di negara ini. Hal ini merupakan indikasi merosotnya moralitas yang mestinya dijunjung tinggi demi terwujudnya manusia yang bermoral.
Dalam rangka untuk memperbaiki sumberdaya manusia Indonesia dan menciptakan manusia Indonesia yang seutuhnya, maka perlu kiranya pembenahan moral peserta didik. Oleh karenanya perlu suatu terobosan dalam hal memberikan, menanamkan serta memperbaiki moral serta nilai-nilai sosial kemasyarakatan peserta didik. Salah satu alternatif metode dalam melakukan peningkatan nilai-nilai tersebut ialah dengan SALAMI (Sekolah Alam Islami). Karya tulis ini bertujuan untuk mengetahui komponen pengembangan metode SALAMI (Sekolah Alam Islami) dan teknis pelaksanaan metode SALAMI.
Sesungguhnya diakui atau tidak, sistem pendidikan kita adalah sistem pendidikan yang sekular-materialistik. Hal ini dapat dibuktikan antara lain pada UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 Bab VI tentang jalur, jenjang dan jenis pendidikan bagian kesatu (umum) pasal 15 yang berbunyi: Jenis pendidikan mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, advokasi, keagamaan, dan khusus.
Dari pasal ini tampak jelas adanya dikotomi pendidikan, yaitu pendidikan agama dan pendidikan umum. Sistem pendidikan dikotomis semacam ini terbukti telah gagal melahirkan manusia salih yang berkepribadian Islam sekaligus mampu menjawab tantangan perkembangan melalui penguasaan sains dan teknologi. Sistem pendidikan yang mengedepankan aspek Intelektualitas dan Profesionalitas hanya mampu menciptakan manusia yang tinggi secara akademis namun lemah dalam hal spiritual.
Sekolah Alam Islami adalah salah satu bentuk pendidikan alternatif yang menggunakan alam sebagai media utama sebagai pembelajaran siswa didiknya dengan pendidikan berdasar pada ajaran agama islam. Tidak seperti sekolah biasa yang lebih banyak menggunakan metode belajar mengajar di dalam kelas, para siswa belajar lebih banyak di alam terbuka. Di sekolah alam metode belajar mengajar lebih banyak menggunakan aktif atau action learning dimana anak belajar melalui pengalaman. Dengan mengalami langsung anak atau siswa diharapkan belajar dengan lebih bersemangat, tidak bosan, dan lebih aktif.
Komponen dalam Sekolah Alam Islami ialah alam sebagai media utama, guru dan atau pendamping sebagai fasilitator, dan peserta didik sebagi subjek Sekolah Alam Islami. Teknis pengembangan Sekolah Alam Islami meliputi metode pembelajaran dan kegiatan pendidikan. Dimana dalam pengembangan Sekolah Alam Islami terdapat 5 zona yaitu Zona Pembelajaran anak, zona religi, zona kreatifitas dan pengembangan diri anak (self empowering), zona agrokompleks dan zona bermain anak. Prinsip Pendekatan Pembelajaran yang digunakan yaitu meliputi prinsip- prinsip perkembangan anak, kebutuhan anak, Bermain Sambil Belajar atau Belajar Seraya Bermain, Pendekatan Tematik, Kreatif dan inovatif, Lingkungan Kondusif dan pengembangan kecakapan hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar